Teror Truk Maut di Berlin

Sempat Ditahan dan Jadi Tersangka Teror Truk Maut Berlin, Pria Pakistan Ini Dibebaskan Polisi

Kepala Kantor Kejaksaan Federal Jerman membebaskan seorang pria Pakistan, yang sempat menjadi tersangka dalam aksi serangan truk di bazar Natal Berlin

JOHN MACDOUGALL / AFP
Sejumlah aparat kepolisian tengan memeriksa truk yang dipakai untuk menabrak sebuah pasar malam yang menjual keperluan Natal di pusat Kota Berlin, Senin (18/12/2016). 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BERLIN- Kepala Kantor Kejaksaan Federal Jerman membebaskan seorang pria Pakistan, yang sempat menjadi tersangka dalam aksi serangan truk di bazar Natal di Kota Berlin, Senin waktu setempat.

Otoritas penegak hukum tersebut mengaku tak memiliki bukti kuat atas keterlibatan pencari suaka itu dalam kasus yang menelan 12 korban jiwa tersebut.

Baca: Korban Tewas Teror Truk Maut di Berlin Jadi 12 Orang. Darah dan Manusia Gelimpangan di mana-mana

Sejumlah pejabat di Jerman mengatakan, teroris yang hingga kini belum diketahui identitasnya, mencuri truk dan kemudian dengan sengaja menerjang pasar di luar gereja terkenal, Kaiser Wilhelm Memorial Church.

Dalam konferensi pers di Berlin, Selasa (20/12/2016), Jaksa Federal Peter Frank mengatakan serangan itu jelas merupakan tindakan yang disengaja.

"Asumsinya ini berlatar belakang terorisme. Ini terlihat dari cara pelaksanaannya yang mirip kejadian di Nice, Perancis," kata dia.

Baca: Kanselir Jerman Khawatir Teror Truk Maut Sulitkan Kebijakan Pro Pengungsi yang Diterapkannya

"Ini mencakup sasaran-sasaran penting dan sangat simbolis, yakni bazar Natal. Modus operandinya setidaknya di masa lalu mencerminkan seruan-seruan serangan oleh organisasi teroris," kata Frank lagi.

Para saksi mata mengatakan, truk itu yang dikemudikan dengan kecepatan melebihi 60 kilometer per jam ketika menerobos ke dalam pasar.

Pihak berwenang pun mengatakan truk itu dipenuhi muatan balok baja.

Kanselir Jerman Angela Merkel, Menteri Luar Negeri Jerman Frank-Walter Steinmeier, dan Menteri Dalam Negeri Thomas de Maiziere berkunjung ke lokasi serangan itu.

Setelah itu, Merkel menandatangani buku belasungkawa. (kompas.com)

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved