Fenomena 'Om Telolet Om' Makin Mendunia, Menhub Bakal Bikin Kontes

"Nanti saya bikin kontes bus "telolet". Karena ini, kreativitas yang luar biasa, jadi larangan bukan prosedur tetap (protap),"katanya.

Fenomena 'Om Telolet Om' Makin Mendunia, Menhub Bakal Bikin Kontes
Kompas.com/David Oliver Purba
Sebuah bus "Telolet" melintas di jalan S Parman, Jakarta Barat. Suara klakson yang unik menjadi buruan anak belasan tahun yang rela menunggu hingga berjam-jam 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA-  Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengimbau kepada sopir bus agar tidak menyalakan suara klakson "telolet" saat kendaraan berjalan di jalan raya. 

Menurut dia, jika menyalakan di jalan raya dapat mengagetkan  pengendara lain. Sehingga bisa terjadi kecelakaan. 

"Bukan melarang. Saya pribadi senang dengan fenomena ini. Saya hanya mengimbau jangan nyalakan di jalan. Karena ada indikasi mereka (peminta suara klakon 'telolet') masuk ke jalan tol itu kan berbahaya," ujarnya saat ditemui di kawasan Monas, Jakarta, Kamis (22/12/2016).

Budi Karya memperbolehkan, sopir bus menyalakan klakson "telolet" saat kendaraan terparkir.

Bahkan, dirinya akan mengadakan perlombaan klakson bus "telolet" ini.  

"Nanti saya bikin kontes bus "telolet". Karena ini, kreativitas yang luar biasa, jadi larangan bukan prosedur tetap (protap). Pokoknya jangan di jalan, tetapi kalau ditempat lain boleh," tandasnya. 

Saat ini, fenomena "om telolet om" menjadi viral masyarakat Indonesia di media sosial.

Fenomena ini berawal dari anak kecil dipinggir jalan yang meminta sopir bus menyalakan klakson yang berbunyi telolet.(kompas.com, Achmad Fauzi)

Editor:
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved