Senin, 20 April 2026

Banjir Besar Kembali Rendam Kota Bima. Warga Panik Keluar Rumah dan Mengungsi ke Dataran Tinggi

Tingginya luapan air sungai yang melintas di kawasan setempat membuat ribuan rumah terendam banjir bandang dan sejumlah jembatan nyaris ambruk.

dokumentasi Humas SAR Mataram
Air kembali naik akibat hujan lebat di Kota Bima, NTB, Jumat (23/12/2016). 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BIMA- Banjir kembali terjadi di Kota Bima, Jumat (23/12/2016).

Bahkan banjir kali ini diperkirakan lebih besar dari banjir yang menerjang Kota itu tiga hari lalu.

Tingginya luapan air sungai yang melintas di kawasan setempat membuat ribuan rumah terendam banjir bandang dan sejumlah jembatan nyaris ambruk.

Kaget dengan air tiba-tiba naik, saat itu juga warga langsung panik dan lari berhamburan keluar rumahnya masing-masing, dengan melalui jalan yang sudah tergenang air untuk mengungsi di dataran tinggi.

Bahkan sebagian besar warga meninggalkan rumah tanpa memperdulikan barang-barang mereka.

Kepanikan warga terlihat di sekitar jembatan Sadia, Kecamatan Mpunda.

Mereka khawatir banjir kembali menerjang pemukiman mereka dan merubuhkan jembatan.

"Sekitar pukul pukul 13.00 Wita, air semakin tinggi hingga dada orang dewasa. Jembatan sudah mulai retak, makanya kita panik dan lari berhamburan keluar rumah," kata Arif, warga setempat.

Kepala BPBD Kota Bima, H Syarafuddin mengatakan, banjir yang terjadi pada Jum'at siang itu kembali merendam 5 Kecamatan di Kota Bima. (Baca: "Ini Banjir Terparah di Kota Bima")

Banjir ini terjadi dikarenakan intensitas hujan yang cukup tinggi pasca-banjir pada Rabu lalu.

Terlebih masih banyaknya sampah sisa banjir sebelumnya dibantaran sungai, sehingga membuat saluran air tersumbat.

"Air cepat naik dan menggenangi pemukiman warga. Banjir ini juga diakibatkan adanya banjir kiriman dari Kecamatan Wawo, Kabupaten Bima," kata Syarafuddin.

Tak hanya merendam rumah, lanjut Syarafuddin, sejumlah jembatan di Kota Bima pun nyaris ambruk akibat banjir.

Karena khawatir banjir susulan, pihaknya terus menghimbau agar warga segera mengungsi ke tempat yang lebih tinggi.

"Hingga saat ini aparat gabungan terus mengevakuasi warga yang terjebak didalam rumah. Namun kurangnya perahu karet menyebabkan proses evakuasi menjadi terkendala," tuturnya

Sementara itu, dampak banjir terparah berada di Kecamatan Rasanae Barat yang merupakan hulu sungai.

Di tempat itu ketinggian air dipermukaan mencapai lebih dari 3 meter. (kompas.com, Kontributor Bima Syarifudin)

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved