Natal 2016

Jemaat Terharu! Kenakan Baju Koko dan Kopiah, Ratusan Muslim di Ambon Jaga Perayaan Natal

Berbaju koko dan kopiah, ratusan pemuda muslim mengamankan ibadah Natal di Ambon. Ini penampakannya

Jemaat Terharu! Kenakan Baju Koko dan Kopiah, Ratusan Muslim di Ambon Jaga Perayaan Natal
Kompas.com/Rahmat Rahman Patty
Sejumlah pemuda muslim yang mengenakan baju koko dan kopiah ikut mengamankan ibadah Natal di sejumlah gereja di Kota Ambon, Sabtu malam (24/12/2016). Tercatat ada lebih dari 100 pemuda muslim dari berbagai organisasi yang ikut mengamankan sejumlah gereja di Ambon 

BATAM. TRIBUNNEWS.COM, AMBON - Ratusan pemuda Muslim dari berbagai organisasi keagamaan ikut membantu aparat keamanan dalam mengamankan sejumlah gereja di Kota Ambon saat perayaan ibadah Natal, Sabtu (24/12/2016) malam.

Berdasarkan pantauan Kompas.com di sejumlah gereja, mereka tak hanya mengamankan jalannya ibadah Natal, tetapi ikut mengatur arus lalu lintas di jalan yang dilalui para jemaah.

Hal yang menarik, saat membantu pengamanan, para pemuda Muslim ini mengenakan baju koko dan kopiah.

Sejumlah gereja yang dijaga para pemuda Muslim ini tersebar di beberapa titik, di antaranya Gereja Marantha di Jalan Pattimura, gereja Silo di kawasan Tugu Trikora, Gereja Rehoboth, dan Gereja Katedral.

Dari hasil pantauan, para pemuda Muslim yang ikut menjaga dan mengamankan ibadah Natal di sejumlah gereja itu berasal dari remaja masjid, Gerakan Pemuda Islam (GPI) Maluku, dan pemuda Anshor.

Ketua Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid (BKPRMI) Maluku Zulkifli Lestaluhu yang ditemui Kompas.com di Gereja Silo mengatakan, pihaknya mengerahkan 50 anggota remaja masjid untuk mengamankan sejumlah gereja di Ambon.

“Kalau dari kita ada 50 anggota, kita sebar di sejumlah gereja bukan hanya disini,” kata Zulkifli.

Dia mengatakan, pengamanan ibadah Natal oleh BKPRMI ini sudah dilakukan sejak 2010.

Menurut dia, apa yang dilakukan itu merupakan tanggung jawab pemuda muslim di Maluku untuk memberikan kenyamanan kepada umat Kristiani yang sedang menjalankan ibadah Natal.

“Ini sudah menjadi tradisi kita di Ambon, kami hanya ingin menunjukan bahwa toleransi antarumat beragama di Maluku itu sangat indah,” katanya.

Halaman
12
Editor:
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved