PBB Ungkap Lebih 5.000 Orang Imigran Tewas di Tengah Laut demi Mencari Tempat Damai

Jumlah imigran dan pengungsi yang tewas saat berusaha menyeberangi Laut Tengah tahun ini sudah melampaui 5.000 orang.

PBB Ungkap Lebih 5.000 Orang Imigran Tewas di Tengah Laut demi Mencari Tempat Damai
Youtube
Imigran yang berusaha naik kapal ikan berubah menjadi tragedi kematian di Laut Mediterania 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, GENEVA-  Jumlah imigran dan pengungsi  yang tewas saat berusaha menyeberangi Laut Tengah tahun ini sudah melampaui 5.000 orang.

Demikian pernyataan PBB, Jumat (23/12/2016), tak lama setelah dua kapal pengungsi tenggelam di Laut Tengah dan menewaskan 100 orang pengungsi.

Pada Oktober, badan PBB urusan pengungsi UNHCR menyatakan tahun ini merupakan tahun yang paling mematikan bagi para pengungsi yang hendak menuju Eropa.

Jumlah kematian meningkat tahun ini karena para penyelundup manusia menggunakan kapal dengan kualitas sangat buruk.

Namun, di saat bersamaan mereka berusaha memasukkan lebih banyak manusia ke dalam kapal-kapal yang sudah tak layak itu demi meningkatkan keuntungan.

"Rata-rata 14 orang tewas setiap hari di Laut Tengah sepanjang 2016," demikian pernyataan resmi UNHCR.

Angka kematian ini sangat tinggi meski jumlah migran yang melintasi Laut Tengah menurun dibandingkan pada 2015.

Tahun lalu, lebih dari satu juta orang tiba di Eropa lewat Laut Tengah.

Namun, menurut data Organisasi Migrasi Internasional (IOM) tahun ini jumlah migran "hanya" 360.000 orang.

Menurunnya jumlah migran ini merupakan dampak dari kesepakatan antara Turki dan Uni Eropa pada Maret lalu yang efektif mengurangi jumlah pengungsi yang menuju ke Yunani.(kompas.com)

Editor:
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved