Gara-gara Keceplosan Omongan, Pemuda Ini Masuk Jeruji Besi Polsek Gunung Kijang. Ini Omongannya!

Gara-gara keceplosan omongan, pemuda ini terseret perbuatan asusilanya dua tahun sebelumnya ke tahanan polisi. Ini kejadiannya

Gara-gara Keceplosan Omongan, Pemuda Ini Masuk Jeruji Besi Polsek Gunung Kijang. Ini Omongannya!
tribunbatam/aminnudin
Pelaku asusila di KM. 24 Bintan di tahanan Mapolsek Gunung Kijang, Senin (26/12/2016) 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BINTAN-Bermula dari nasehat tentang moral oleh seorang ibu kepada seorang wanita di Kampung Bukit Indah Km 24 Toapaya, sebuah perbuatan asusila yang dua tahun lamanya disimpan rapat rapat terkuak. Bagaimana ceritanya?

Ceritanya begini. Pada Minggu (25/12/2016) malam, pukul 23.00, Seorang ibu, menasehati wanita muda yang juga tetangganya tentang bagaimana menjadi wanita baik-baik. Di tengah memberikan nasehat, MS (19), yang ada di tempat tersebut tak terima dengan kata-kata si ibu.

MS langsung memotong pembicaraan dengan menyelipkan kata kesal. "Alah ko bu, tak usalah ko sok bijak. Urus sajalah anakmu sendiri, anakmu sendiri saja tak jelas. Barang anakmu sudah tak bersih lagi,"kata dia ketus.

Mendapat ucapan demikian, si ibu itu kaget bukan alang kepalang. Dia cepat bergegas pulang ke rumah menanyakan S (16) anak gadisnya tentang maksud kata kata MS. Awalnya S enggan bercerita. Dia tak mau peristiwa dua tahun lalu terungkap. Saat itu usia S masih 14 tahun.

"Sudahlah nak, mak cuma mau nanya baik-baik, apa benar kau ini masih gadis atau tidak lagi nak? Ibu tanya baik baik saja, ibu tak akan marah,"begitu ucapan bujuk si ibu.

Setelah dibujuk bujuk, S akhirnya bercerita. Dia mengakui dirinya pernah digagahi MS dan kawannya di salah satu tempat. Kejadiannya pada 2014. Di sebutlah inisial MS dalam peristiwa pencabulan itu. Malam itu, orang tua S pun langsung melaporkan peristiwa asusila itu ke Polsek Gunung Kijang.

Kanit Reskrim Gunung Kijang Iptu Edeward L Manik mengatakan, usai menerima laporan orang tua korban, pihaknya langsung bergerak mencari MS, pelaku. Malam itu juga, MS dijemput di Km 24, tempat dia tinggal dan langsung digelandang ke mapolsek.

Di Mapolsek, MS sempat berkilah berkali-kali terkait peristiwa tersebut. Sampai akhirnya mengakui dia telah melakukan perbuatan asusila tersebut. MS pun menyebut nama lain yang ikut menggeranggapi tubuh S. Selain dia ada D (25) yang dia sebutkan.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, MS langsung ditahan di jeruji besi sel Mapolsek Gunung Kijang. Senin (26/12/2016), kawan-kawannya di Bukit Indah datang menjenguknya. Di sel MS tampak galau tak percaya ceritanya semalam berbuah tahanan.

"Aduh maafkan aku bang, aku benar-benar bersalah. Tak nyangke jadi begini,"ucapnya kepada kawannya.

MS terancam hukuman pidana minimal 5 tahun maksimal 15 tahun. (*) 

Penulis: Aminnudin
Editor:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved