Warga Anambas Sambut Musim Angin Utara, Ini Ritualnya: Rehab Tiang Rumah dan Melaut Dekat Pulau!

Memasuki musim angin utara, warga Anambas mulai memperbaiki tiang pondasi rumah pelantarnya, juga pergi melaut dekat pulau

Warga Anambas Sambut Musim Angin Utara, Ini Ritualnya: Rehab Tiang Rumah dan Melaut Dekat Pulau!
ANTARA/BUDI CANDRA SETYA
Ilustrasi 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, ANAMBAS-Musim angin utara perlahan namun pasti mulai masuk ke Anambas.

Musim yang biasa terjadi setiap akhir tahun serta ditandai dengan cuaca laut yang kurang kondusif untuk aktivitas laut ini, mulai diantisipasi oleh masyarakat Anambas.

Beberapa dari mereka ada yang sudah memperbaiki tiang pondasi rumah yang berbahan kayu, hingga mulai mengurangi aktivitas di laut yang selama ini menjadi mata pencaharian masyarakat.

"Sudah mulai masuk ini, lihat saja angin mulai kencang ditambah dengan kondisi air laut yang mulai beriak, tidak tenang seperti biasanya. Hujan pun lebat sejak pagi hari tadi," ujar Man satu diantara masyarakat Anambas Senin (26/12/2016).

Pria satu orang anak ini pun, jauh-jauh hari sebelumnya sudah memperbaiki kondisi rumahnya yang berada di atas laut. Tak ingin berspekulasi, cuaca yang terbilang ekstrem bisa saja sewaktu-waktu terjadi tanpa mengenal waktu.

Dirinya menceritakan, permukaan air laut bahkan pernah naik ke pemukiman penduduk karena cuaca laut yang tidak kondusif. Warga pun terpaksa mengevakuasi barang berharga yang ada di rumah, termasuk membuka lantai papan dengan harapan rumah tidak mengalami kerusakan parah.

"Sejak laut tenang akhir Oktober kemarin sudah saya perbaiki. Tiang-tiang rumah yang sekiranya sudah tidak layak, diperbaiki. Melaut pun juga sekitar-sekitar sini saja.

Kalau melaut jauh pun, kalau bisa yang dekat dengan pulau. Sehingga, kalau cuaca benar-benar buruk, bisa berlindung," ungkapnya.

Dul warga lainnya juga menyadari musim angin utara yang sudah masuk ke Anambas. Hanya saja, dirinya tidak memiliki pilihan lain selain melaut untuk memenuhi kebutuhan hidup.

Menurutnya, pada musim seperti ini, ikan-ikan tertentu seperti ikan Tongkol bahkan Tenggiri di laut tengah banyak sehingga diharapkan dapat menambah penghasilannya.

"Mau tidak mau, Bang. Kalau tidak dapur tidak berasap. Kalau cuaca benar-benar buruk, ya melaut yang terlindung dengan pulau. Kalau dilihat cuaca laut masih bagus, tidak jarang sampai lepas pantai," ungkapnya.

Data dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Stasiun Meteorologi Maritim Pontianak menyebut, tinggi gelombang di perairan Kabupaten Kepulauan Anambas berpeluang di atas empat meter.

Kondisi ini juga berpeluang terjadi di Laut Cina Selatan, termasuk di Kabupaten Natuna dan Laut Natuna bagian utara. Hujan lebat dengan kecepatan angin mencapai 10-25 kilometer/jam, dengan arah angin utara-timur laut. (*) 

Penulis: Septyan Mulia Rohman
Editor:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved