Harga Minyak Dunia Merangkak Naik di Atas 50 Dolar per Barel, Apakah BBM akan Naik Tahun Depan

Pertamina menghadapi kenaikan harga minyak mentah dunia yang saat ini berada di kisaran di atas 50 dolar AS per barel.

Harga Minyak Dunia Merangkak Naik di Atas 50 Dolar per Barel, Apakah BBM akan Naik Tahun Depan
Kontan/Muradi
Petugas SPBU mengisi BBM ke sebuah mobil 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, MANADO - PT Pertamina (Persero) menegaskan, pemasaran bahan bakar minyak (BBM) cenderung stagnan di tahun depan.

Namun, Pertamina akan mengkaji ulang harga tersebut per tiga bulan.

Direktur Utama Dwi Soetjipto menegaskan, pada tahun depan selama tiga bulan pertama harga BBM akan stabil.

Hal ini mengingat kondisi daya beli masyarakat yang masih turun.

Padahal, Pertamina menghadapi kenaikan harga minyak mentah dunia yang saat ini berada di kisaran di atas 50 dolar AS per barel.

"Di tahun depan, kami menekankan aspek efisiensi. Tekanan di harga jual BBM. Jadi di tahun depan kami estimasi profit akan naik sekitar 5 persen," kata Dwi kepada wartawan di Manado, Selasa (27/12/2016) malam.

Dia menjelaskan, pemerintah sangat mengerti kondisi masyarakat Indonesia yang saat ini mengalami penurunan daya beli.

Sehingga pemerintah berupaya untuk menahan kenaikan harga BBM.

Pertamina, lanjut Dwi, dalam hal ini jadi economic driver. Sehingga untuk meningkatkan profit, Pertamina harus meningkatkan sisi upstream (hulu).

"Kemungkinan tiga bulan (BBM) stagnan sampai dengan April, pemerintah akan mengevaluasi per tiga bulan, jadi Pertamina menyiapkan diri selama tiga bulan," kata Dwi.

Halaman
12
Editor:
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved