Pegawai Cantik Bunuh Diri, CEO Perusahaan Periklanan Jepang Ini Mengundurkan Diri

Pihak kementerian menemukan bukti kuat pada September 2016 bahwa Takahshi ternyata bunuh diri karena stres berat akibat tekanan pekerjaan.

Pegawai Cantik Bunuh Diri, CEO Perusahaan Periklanan Jepang Ini Mengundurkan Diri
Tribunnews
Matsuri Takahashi (kiri) yang bunuh diri bersama ibunya Yukimi Takahashi saat liburan di China. 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Seorang staf cantik perusahaan iklan terbesar di Jepang, Dentsu Inc., bunuh diri, Rabu (28/12/2015).

Sebagai bentuk rasa tanggung jawabnya, CEO Densu, Tadashi Ishii, langsung mengundurkan diri.

"Saya mengundurkan diri sebagai tanggung jawab meninggalnya staf kami," papar Ishii kepada pers, Rabu malam (28/12/2016).

Hari ini juga, pihak kementerian tenaga kerja Jepang bagian inspeksi yang berkantor di Mita, Tokyo, mengirimkan surat tuntutan kepada kejaksaan Jepang untuk menyelidiki kecurigaan perusahaan itu melakukan pelanggaran UU Tenaga Kerja kepada karyawannya.

Matsuri Takahashi (24), bunuh diri Desember tahun lalu (2015) di mess milik perusahaan di Tokyo.

Pihak kementerian menemukan bukti kuat pada September 2016 bahwa Takahshi ternyata bunuh diri karena stres berat akibat tekanan pekerjaan.

Gadis cantik ini kerja lembur 105 jam antara 9 Oktober sampai 7 November 2015.

Takahashi bergabung ke Dentsu mulai April 2015, menangani periklanan yang ditayangkan di berbagai situs online.

Penyidik menemukan bukti bahwa pihak perusahaan lalai mengawasi kondisi karyawannya yang lembur panjang. Mereka tidak melaporkan lembur karyawannya itu.

Sedikitnya, 30 karyawan Dentsu yang bekerja di Tokyo, Kansai, Chubu dan Kyoto, laporan jam kerja mereka dipalsukan, sehingga terlihat sedikit.

Padahal mereka bekerja jauh lebih lama daripada yang dilaporkan perusahaan.

Pihak kementerian mendapatkan bukti bahwa Dentsu menerapkan lembur jauh lebih banyak jam dari batas kewajaran dan menjadi praktek yang biasa di perusahaan tersebut.

Akibat penemuan pelanggaran ini, pihak otoritas Jepang melakukan penggerebekan terhadap kantor Dentsu di beberapa tempat pada bulan November 2016 lalu.

Editor: Alfian Zainal
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved