Selama 2016, Rata-Rata 8 Unjuk Rasa Terjadi di Batam Sebulan. Angka Ini Jauh Turun dari Tahun Lalu

Selama tahun 2006, terjadi 88 kali aksi unjuk rasa yang dilakukan berbagai kalangan di Kota Batam.

TRIBUNBATAM/ANDRIANI MONA
Sejumlah polisi mengawal aksi unjuk rasa yang dilakukan anggota Satpol PP Gelombang 3 di depan kantor Pemko Batam, Rabu (21/12/2016) 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BATAM - Selama tahun 2006, terjadi 88 kali aksi unjuk rasa yang dilakukan berbagai kalangan di Kota Batam.

Data tersebut didapat dari hasil rekapitulasi unjuk rasa yang ada di Polresta Barelang.

Menurut Kapolresta Barelang Kombes Pol Helmy Santika mengatakan, aksi tersebut menurun dibandingkan pada tahun 2015 lalu.

Pada tahun 2015 terhitung sebanyak 140 kali aksi unjuk rasa yang dilakukan masyarakat.

"Memang angka unjuk rasa di tahun 2016 ini menurun dibandingkan tahun lalu. Itu dari hasil rekap datang yang kita dapat selama ini," sebut Helmy.

Menurut Helmy, jika dirata-ratakan pada tahun 2016 dengan total aksi unjuk rasa sebanyak 88 kali, berarti dalam satu bulan, di kota Batam bisa mencapai 7 atau 8 kali aksi unjuk rasa dilakukan masyarakat.

Diprediksi, angka ini akan meningkat pada tahun 2017 mendatang.

Pasalnya, dari data yang dikeluarkan pihak pemerintah pada tahun 2015 dan 2016 banyak perusahaan yang tutup.

Belum lagi kebijakan pemerintah yang dirasa tidak sejalan dengan kepentingan rakyat.

Menurut Helmy, salah satu contoh kebijakan pemerintah yang terus dijadikan permasalaah dan didemo oleh para buruh yakni tentang Peraturan Pemerintah PP78 dimana gaji ditentukan dengan kenaikan inflasi.

"Itu salah satu contohnya. Sampai sekarang pihak pekerja masih melakukan protes terkait permasalahn ini," tukasnya. (*)

Penulis:
Editor:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved