Heboh Pilot Mabuk

Pilot Mabuk Ini Sudah Bepengalaman. Ini Jam Terbang dan Riwayatnya Jadi Pilot

Dia mulai bekerja di Citilink sejak Maret 2016 dan mengantongi 600 jam penerbangan, termasuk penerbangan internasional ke China

net/repro
Pilot Citilink Tekad Prima yang diduga mabuk, 28 Desember lalu di Surabaya. 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Manajemen Citilink memutuskan untuk memecat Tekad Purna, pilot QG800 tujuan Surabaya-Jakarta yang diduga mabuk dan berbicara melantur. Tekad diketahui sudah memiliki 5000 jam terbang.

"TP adalah pilot kelahiran 1984," kata VP Corporate Communication Citilink Indonesia, Benny Butarbutar.

Dia mulai bekerja di Citilink sejak Maret 2016 dan mengantongi 600 jam penerbangan, termasuk penerbangan internasional ke China. Sebelumnya, dia bekerja di maskapai AirAsia.

"Di perusahaan sebelumnya, AirAsia, itu dia pilot Air Bus, menjadi kapten, sudah 4.668 jam penerbangan," kata Benny.

Vice President Human Capital Management Citilink Devina Veryanto menjelaskan tak ada catatan terkait penyalahgunaan narkoba yang tercantum dalam data tentang Tekad.

Dalam catatan yang dihimpun dari rekam jejak Tekad di maskapai sebelumnya, Tekad dinyatakan bersih dari narkoba.

"Kita hanya melihat sesuai dokumen yang diberikan, sejarah seperti yang dilakukan perusahaan sebelumnya itu tidak ada," kata Devina.

Prosedur penerimaan pilot baru Citilink menggunakan serangkaian tes. Semua dokumen yang disyaratkan telah diperiksa, termasuk dari Tekad.

"Tapi waktu itu tidak ditemukan masalah ini," tandas Devina.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Suprasetyo mengungkapkan kru yang bertugas di QG 800 rute Surabaya-Jakarta sebelum kapten pilotnya diganti adalah Kapten Tekad Purna.

Pesawat itu sedianya hendak berangkat dari Bandara Juanda ke Halim

Perdanakusuma pada pukul 05.15 WIB. Namun Tekad meracau di mikropon. Penumpang protes. Penerbangan akhirnya ditunda.

Seperti diberitakan, pilot mabuk ini terungkap dari dua unggahan video.

Video pertama saat ia terhuyung-huyung saat pemeriksaan detektor bandara sampai barang- barangnya tumpah dari dalam tas.

Video kedua percakapan di ruang kokpit, saat rekan-rekannya memaksa pilot Tekad Prima ini turun, namun ia ngotot hendak menerbangkan pesawat tersebut.

Editor: Alfian Zainal
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved