Sri Mulyani Tendang JP Morgan

Aneh. Peringkat Obligasi Indonesia Diturunkan, Pendapatan JP Morgan di Indonesia Justru Naik

Terus terang saya terganggu, (riset) itu tidak betul. Kita jadi membuang waktu untuk membela diri untuk menerangkan. Saya mendukung Bu Sri Mulyani

Achmad Fauzi
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani memutuskan seluruh kerjasama dengan JP Morgan Chase.

Hal ini gara-gara hasil riset mereka yang menurunkan peringkat Indonesia dua tingkat dari overwight menjadi underoverwight.

Hasil riset ini dinilai Sri Mulyani tidak berdasarkan indikator yang tepat karena kondisi ekonomi makro Indonesia justru sedang baik.

Bahkan, JPMorgan sendiri juga memiliki lini bisnis sekuritas di Indonesia melalui anak usahanya, PT JP Morgan Securities Indonesia.

Berdasarkan laporan keuangan JPMorgan Securities yang disampaikan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) per 30 September 2016, jumlah aset JPMorgan Securities Rp 1,24 triliun atau naik 16% secara tahunan.

Dari segi pendapatan usaha, JPMorgan Securities menorehkan Rp 53,6 miliar atau tumbuh 7,2%.

Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Tito Sulistio memastikan, keputusan Menteri Keuangan Sri Mulyani memutus hubungan kerja sama dengan JP Morgan tidak menjadi sentimen negatif pasar modal Indonesia.

"Saya rasa enggak, tapi saya rasa negara sebagai regulator punya hak untuk bicara Morgan (JP Morgan)," ujar Tito.

Menurut Tito, kondisi perekonomian Indonesia saat ini jauh lebih baik dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, sehingga penurunan rating yang dilakukan JP Morgan tersebut tidak sesuai dengan kondisi.

"Terus terang saya terganggu (analis JP Morgan), itu tidak betul. Kita jadi membuang waktu untuk membela diri untuk menerangkan, Saya mendukung keputusan Ibu Sri Mulyani," tutur Tito.

Editor: Alfian Zainal
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved