Sri Mulyani Tendang JP Morgan

Sri Mulyani Marah Besar. Ini Alasannya Memutus Kontrak JP Morgan

Riset JP Morgan yang memangkas peringkat surat utang Indonesia dari overweight menjadi underweight tidak berlandaskan indikator yang tepat

KOMPAS.com / ANDREAS LUKAS ALTOBELI
Menteri Keuangan Sri Mulyani berpartisipasi dalam program 'Rosi' di KompasTV, Jakarta, Sabtu (24/9/2016). 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani bersikap tegas terhadap JP Morgan Chase usai menerbitkan riset.

Sri Mulyani memutuskan seluruh hubungan kemitraan antara Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dengan JP Morgan Chase Bank.

Bagi Sri Mulyani, riset JP Morgan yang memangkas peringkat surat utang atau obligasi Indonesia dari overweight menjadi underweight atau turun dua peringkat, tidak berlandaskan indikator yang tepat.

Padahal, hasil riset dapat mempengaruhi investor.

"Kami melakukan evaluasi, Kemenkeu terus menerus akan melakukan hubungan kerja sama dengan seluruh stakeholder, berdasarkan prinsip profesionalisme, akuntabilitas, bertanggung jawab, termasuk terhadap kualitas hasil kerjanya," kata Sri Mulyani saat menggelar keterangan pers di gedung Djuanda, Kemenkeu, Jakarta, Selasa (3/1).

Semula Sri Mulyani mengirimi surat bernomor S-1006/MK.08/2016 tanggal 17 November 2016.

Dalam surat itu, Sri Mulyani menyatakan, riset berpotensi mengganggu stabilitas sistem keuangan nasional.

Sri Mulyani juga sempat mempelajari hasil riset dalam sebuah rapat internal.

Mengutip situs Barron's Asia, strategist ekuitas negara-negara berkembang JP Morgan menggeser alokasi portfolio mereka, menurunkan Brazil dari Overweight ke Netral, menurunkan Indonesia dari Overweight ke Underweight, dan Turki dari Netral ke Underweight.

JP Morgan tak menjelaskan secara rinci terkait alasan melakukan downgrade atas Indonesia dan Brazil.

Halaman
123
Editor: Alfian Zainal
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved