Pertamina Butuh Rp1.000 Triliun untuk Investasi agar Sejajar Petronas Malaysia

PT Pertamina Persero terus berupaya mengepakan sayap investasinya untuk mengejar ketertinggalan dari perusahaan migas asal Malaysia, Petronas.

Pertamina Butuh Rp1.000 Triliun untuk Investasi agar Sejajar Petronas Malaysia
Stanly/Otomania
SPBU Pertamina. 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA- PT Pertamina Persero terus berupaya mengepakan sayap investasinya untuk mengejar ketertinggalan dari perusahaan migas asal Malaysia, Petronas.

Saat ini, kata Direktur Utama Pertamina Dwi Soetjipto, aset yang dimiliki Pertamina masih sepertiga dari aset Petronas. Dibutuhkan banyak investasi untuk membesarkan aset tersebut.

"Nah untuk meningkatkan investasi jangka panjang, maka untuk 10 tahun ke depan paling tidak (butuh) Rp 1.000 triliun," ujar Dwi saat menghadiri acara penandatangan kesepahaman antara Pertamina dan PBNU di Jakarta, Rabu (4/1/2016).

Menurut Dwi, investasi sebesar itu akan mempu menggenjot nilai aset Pertamina setidaknya akan mencapai dua kali lipat dari aset saat ini.

Namun, untuk mengejar ketertinggalan dari Petronas, Dwi mengatakan Pertamina membutuhkan terobosan-terobosan baru dari segi bisnis perusahaan.

"Harus ada bentuk terobosan lain untuk kita bisa kalahkan Petronas," kata Dwi.

Pertamina sendiri optimistis mampu mengalahkan Petronas dari sisi laba tahun ini. Optimisme itu tidak lepas dari hasil laba pada kuartal III 2016 dengan perolehan 2,38 miliar dollar AS.

Sementara Petronas, hanya mencatatkan laba1,6 miliar dolar AS.

"Kuartal tiga kan lebihi Petronas. Oktober naik jadi 3,01 miliar dollar AS," ujar Wakil Direktur Utama Pertamina Ahmad Bambang usai rapat di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (13/12/2016).

"Akhir tahun insya Allah bisa (lebih baik dari Petronas)," lanjut Dwi.

Menurut Ahmad, banyak faktor yang menyebabkan laba Pertamina tumbuh pesat tahun ini. Salah satu faktor yang menopang laba tersebut yakni kehadiran Pertalite.

Sejak diluncurkan, BBM dengan kandungan RON 90 itu laku keras. Bahkan kata Bambang, para pengguna Premium banyak beralih ke Pertalite.

Selain itu, penjualan BBM jenis lainnya seperti Petamax dan Pertamax Turbo juga melejit. Sayangnya ia tidak menyebutkan secara rinci kenaikan penjualan tersebut.

Meski begitu, ia memastikan laba Pertamina 3,01 miliar dollar AS sudah memenuhi target. Bahkan dua kali lipat dari target yang dipatok yakni 1,5 miliar dollar AS. (kompas.com, Yoga Sukmana)

Editor:
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved