Breaking News:

Liga Inggris

Pep Guardiola Dihujani Kritik di Manchester City. Ini Kata Carlo Ancelotti

Saat ini, The Citizens bertengger di posisi ke-4 klasemen Premier League dengan koleksi 42 poin

Editor: Mairi Nandarson
AFP
Carlo Ancelotti dan Pep Guardiola 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, MUENCHEN - Pelatih Bayern Muenchen, Carlo Ancelotti, tidak heran dengan kritik yang menghujani manajer Manchester City, Josep Guardiola.

Dalam beberapa pekan belakangan, Josep Guardiola mendapat sorotan dari media-media di Inggris, baik karena performa inkonsisten Manchester City, maupun hubungannya dengan media yang tidak begitu baik.

Saat ini, The Citizens bertengger di posisi ke-4 klasemen Premier League dengan koleksi 42 poin. Mereka masih tertinggal tujuh angka dari sang pemuncak, Chelsea.

Sementara itu, seusai membawa Man City menang 2-1 atas Burnley di Stadion Etihad, Senin (2/1/2017), Guardiola sempat menjadi topik perbincangan karena terkesan ogah-ogahan dalam menjawab pertanyaan media.

Meskipun mendapat terpaan cobaan, eks juru taktik Bayern Muenchen ini menerima dukungan dari Carlo Ancelotti yang juga pernah mencicipi panasnya persaingan Premier League ketika membesut Chelsea dalam kurun waktu 1 Juli 2009 hingga 22 Mei 2011.

"Dalam sepak bola, ketika sesuatu berjalan lancar, semua memberikan selamat kepada para pemain.

Akan tetapi, ketika sesuatu berjalan tidak sesuai harapan, semua menyalahkan pelatih," kata Ancelotti dalam laman Marca, Kamis (5/1/2017).

Allenatore yang membawa Chelsea merajai kompetisi kasta teratas Negeri Ratu Elizabeth II pada 2010 ini optimistis Guardiola akan segera menemukan racikan terbaiknya.

"Tidak mudah bagi pelatih yang mengemban tugas di liga yang baru. Setiap orang membutuhkan adaptasi dengan lingkungan baru mereka," ujar Ancelotti.

"Saya yakin pada akhirnya Guardiola akan melakukan pekerjaan fantastis di City, seperti yang dia lakukan di Bayern. Namun, itu membutuhkan waktu," tutur pria berusia 57 tahun itu.

Ketika menukangi Bayern, Guardiola dengan gemilang mempersembahkan tiga gelar Bundesliga secara beruntun (2014, 2015, 2016).

Sepertinya, Ancelotti dan Guardiola mesti saling bertukar pikiran agar dapat saling menularkan kesuksesan pada masa lampau.(*)

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved