Breaking News:

Tuntut Kenaikan Gaji, Militer Pantai Gading Sandera Menteri Pertahanan

Presiden Alassane Ouattara mengatakan, dia telah menerima tuntutan mengenai gaji, bonus, dan kondisi kerja yang diminta para serdadu

Editor: Mairi Nandarson
AFP
Sejumlah tentara yang menuntut kenaikan gaji berdiri di belakang Menteri Pertahanan Pantai Gading, Alain-Richard Donwahi (kemeja biru). 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, ABIDJAN - Sejumlah personel militer Pantai Gading melancarkan pemberontakan dan menyandera menteri pertahanan guna menuntut gaji yang lebih baik.

Alain Richard Donwahi, sang menteri pertahanan, semula di sandera di Kota Bouake oleh sekelompok serdadu yang menolak besaran gaji dan bonus.

Presiden Alassane Ouattara mengatakan, dia telah menerima tuntutan mengenai gaji, bonus, dan kondisi kerja yang diminta para serdadu.

"Namun saya juga ingin mengatakan bahwa cara membuat tuntutan seperti ini tidak patut.

Ini mencoreng citra negara kita setelah semua upaya kita untuk membangkitkan ekonomi," kata Ouattara.

Belum jelas apakah pemberontakan para serdadu itu masih berlangsung, walau Menteri Pertahanan Alain Richard Donwahi telah dibebaskan setelah dua jam di sandera.

Pemberontakan bermula di Bouake, kota terbesar kedua di Pantai Gading, pada Jumat (6/1/2017).

Aksi itu kemudian merembet ke Kota Abidjan, tempat para serdadu mengambil alih markas angkatan darat.

Wartawan BBC di Abidjan, Alex Duval Smith, mengatakan pemberontakan sejumlah serdadu itu membangkitkan kenangan buruk perang sipil yang berlangsung selama 10 tahun dan berakhir pada 2011.

Para serdadu yang ikut ambil bagian dalam protes kenaikan gaji itu diduga adalah para mantan pemberontak yang bergabung dengan militer ketika konflik berakhir.

Pada 2011, kubu pemberontak bergerak maju dari Bouake ke Abidjan sehingga Ouattara dapat merebut kekuasaan dari tangan rivalnya, Laurent Gbagbo yang kini diadili pada Mahkamah Kriminal Internasional.(*) 

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved