Breaking News:

Anda Pemilik Industri Kecil? Ada Program Dapur Bersih dari Kemenperin untuk Anda. Silakan Cek Disini

Bersama dengan PT Arwana Citramulia Tbk, Kemenperin membangun dapur bersih untuk industri kecil dan menengah (IKM) pangan di daerah.

Pramdia Arhando Julianto
Menperin Airlangga Hartarto saat meresmikan dan meninjau pabrik keramik milik PT Arwana Citramulia Tbk di Mojokerto, Jawa Timur, Senin (9/1/2017). 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, MOJOKERTO - Dalam rangka meningkatkan mutu produk makanan dan minuman Industri Kecil Menengah (IKM) Kementerian Perindustrian (Kemenperin) berupaya dengan melibatkan industri-industri besar dalam membantu peningkatan daya saing IKM.

Bersama dengan PT Arwana Citramulia Tbk, Kemenperin membangun dapur bersih untuk industri kecil dan menengah (IKM) pangan di daerah.

Kesepakatan ini dalam rangka meningkatkan mutu produk makanan dan minuman yang dihasikan oleh IKM dalam negeri melalui perbaikan sanitasi dan higienitas di dapur sebagai ruang produksi.

“Berdasarkan data BPS tahun 2012, populasi IKM pangan memiliki jumlah paling banyak dibandingkan IKM sektor lainnya, yakni mencapai lebih dari 1 juta unit atau 30 persen dari jumlah IKM keseluruhan di Indonesia dengan menyerap jumlah tenaga kerja sebanyak 3,17 juta orang,” kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto di Mojokerto, Jawa Timur, Senin (9/1/2017).

Pada kesempatan tersebut, Menperin menyaksikan penandatanganan Nota Kesepahaman (Mou) antara Dirjen IKM Kemenperin Gati Wibawaningsih dengan Direktur Operasional PT. Arwana Citramulia Tbk Edy Suyanto tentang pembuatan dapur bersih industri kecil dan menengah pangan di daerah.

“Sebagai bagian dari komitmen kerja sama ini, kami merekomendasikan sentra IKM pangan potensial yang akan mendapatkan bantuan melalui usulan Disperindag daerah,” ujar Gati.

Dalam kerjasama ini, Arwana Citramulia akan memberikan bantuan keramik sesuai kebutuhan IKM tersebut.

“Upaya kami ini merupakan salah satu kegiatan dari corporate social responsibility yang rutin kami lakukan bersama Kemenperin,” kata Edy.

Pada tahap awal tahun 2017, perusahaan akan menyediakan bantuan keramik kepada sentra IKM pangan seluas 5.000 meter persegi.

Selanjutnya, kedua belah pihak akan melakukan monitoring dan evaluasi secara berkala minimal enam bulan sekali.(kompas.com, Pramdia Arhando Julianto)

Editor:
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved