Sst! Begini Rencana Jerman Berantas Hoax di Media Sosial, Bagaimana Indonesia?

Pemerintah tengah mengkaji aturan menangkal merajalelanya berita hoax di media sosial. Satu klausulnya soal denda. Inikah besaran dendanya?

Sst! Begini Rencana Jerman Berantas Hoax di Media Sosial, Bagaimana Indonesia?
internet
Ilustrasi 

BATAM. TRIBUNNEWS.COM-Pemerintah Indonesia sedang menggodok aturan khusus agar berita hoax tak lagi muncul di media sosial. Salah satu poinnya merujuk pada hukuman denda bagi platform media sosial (Facebook, Twitter, dkk) yang membiarkan berita hoax beredar di lamannya.

Menurut Kepala Kantor Staf Presiden Teten Masduki, hukuman denda itu terinspirasi dari Jerman. Adapun nilai denda yang hendak diberlakukan di Indonesia belum diungkap. Kalau di Jerman, pengajuan dendanya mencapai 500.000 euro atau sekitar Rp 7 miliar.

Denda itu berlaku untuk satu postingan yang bermuatan hoax dan tak dihapus dari platform media sosial dalam 24 jam, sebagaimana dilaporkan TheGuardian dan dihimpun KompasTekno, Rabu (11/1/2017).

Waktu 24 jam dianggap cukup bagi Facebook dkk untuk memangkas konten-konten hoax yang berseliweran. Dengan begitu, para penyebar fitnah dan kebencian tak punya ruang gerak yang luwes untuk menimbulkan perpecahan.

Masih dikaji

Proposal soal aturan denda diajukan Thomas Opperman, yakni ketua Partai Sosial Demokrat di Jerman. Diajukan pada akhir 2016 lalu, saat ini proposal tersebut masih dikaji dan direspons lebih lanjut oleh pihak-pihak yang menentukan kebijakan.

Dalam pengajuannya, Opperman menggarisbawahi bahwa berita hoax bisa mengintervensi peta politik suatu negara.

Misalnya saja kemenangan Donald Trump sebagai Presiden AS. Facebook dituduh turut andil karena ada artikel hoax yang menguntungkan Trump dan menjadi viral di platform tersebut.

Kasus lainnya adalah konspirasi masif di internet beberapa saat lalu yang sedikit banyak berpengaruh pada kasus Brexit, di mana masyarakat Inggris memilih meninggalkan Uni Eropa.

Partai politik Jerman menganggap aturan soal hoax menjadi krusial, mengingat Pemilu Presiden bakal berlangsung pada 12 Februari 2017. Jangan sampai kejadian di AS terulang untuk Pemilu ke-16 di Jerman.

Halaman
12
Editor:
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved