Mulai April, Tak Semua Orang Bisa Beli Gas Melon. Hanya Orang Miskin Saja. Begini Caranya

Nanti akan tertutup, namanya subsidi langsung, dan hanya untuk keluarga miskin dan rentan miskin. Subsidinya akan diberikan langsung

Mulai April, Tak Semua Orang Bisa Beli Gas Melon. Hanya Orang Miskin Saja. Begini Caranya
TribunBatam/Argianto DA Nugroho
Pekerja memindahkan gas LPG 3 KG ke dalam perahu untuk didistribusikan ke sejumlah pulau disekitarnya di Pelabuhan Belakang Padang, Batam, Provinsi Kepulauan Riau. Bertambahnya biaya pengiriman membuat harga gas subsidi pemerintah pusat tersebut mengalami kenaikan sebesar Rp 10 ribu hingga Rp 20 ribu. 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BATAM - Selama ini, gas 3 kg atau gas bersubsidi berlaku untuk semua orang.

Nah, mulai April nanti, Kementerian ESDM segera akan menerapkan distribusi gas melon ini tepat sasaran.

Dirjen Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, IGN Wiraatmaja mengatakan, saat ini pendistribusian gas LPG 3 Kg belum tepat sasaran karena subsidinya masih terbuka.

"Nanti akan tertutup, namanya subsidi langsung, dan hanya untuk keluarga miskin dan rentan miskin. Subsidinya akan diberikan langsung ke masing-masing kepala rumah tangga," kata dia.

Dengan subsidi lansung ini, keluarga yang tidak mampu dimungkinkan untuk membeli dengan Harga Eceran Tertinggi (HET).

Sementara kalangan yang mampu masih tetap membeli gas LPG non subsidi, seperti LPG 12 kg.

Wiraatmaja menjelaskan, saat ini Kementerian ESDM, Pertamina dan Kementerian Sosial tengah memverifikasi data keluarga miskin yang masuk dalam kriteria pendistribusian LPG 3 kg.

"Kriterianya dari Kemensos. Datanya juga sudah ada di Kemensos, mereka bekerjasama dengan BNP2K. Ada 26,7 juta rumah tangga yang menjadi target, dan itu akan kita verifikasi ulang datanya. Kalau sudah terdata, nanti mereka akan dikasih kartu dari Kemensos," tuturnya.

Pemerintah mulai menyebarkan kartu tersebut bulan April nanti.

Wiraatmaja mengatakan, dari kriteria yang ada, Batam kemungkinan masuk dalam kriteria subsidi langsung LPG 3 Kg.

"Realisasi dalam diskusi, nanti akan dimulai dari beberapa pulau dulu. Tetap ada kriteria daerahnya, Batam mungkin masuk. Kalau pulaunya terlalu besar juga kan susah, terus tempatnya harus punya sinyal yang sudah bagus. Didukung dengan teknologilah, karena nanti penggunaan kartunya tidak di tap saja. Bulan April akan mulai disebarkan kartunya," tutur dia.

Subsidi langsung LPG 3 Kg itupun tidak dapat dipergunakan untuk hal lain serta dibatasi jumlah pemakaiannya per bulan.

Untuk pengguna rumah tangga mendapatkan jatah 3 tabung per bulan, sementara usaha mikro 9 tabung per bulan.

"Uangnya dikasih langsung ke masyarakat miskin, tapi hanya untuk beli LPG, bukan untuk beli yang lain-lain. Rumah tangga dapat tiga tabung sementara usaha mikro seperti tukang bakso, siomay, itu sembilan tabung per bulannya," kata dia.

Penulis: Anne Maria
Editor: Alfian Zainal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved