Breaking News:

Begini Cara Tegas Kepsek STIP Marunda Potong Mata Rantai Kekerasan Senior ke Junior

Kepala Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) Marunda, Captain Arifin Soenardjo mengatakan pihaknya memotong mata rantai kekerasan senior dan junior.

Instagram
Taruna STIP yang tewas dianiaya seniornya, Amirullah Adityas Putra bersama saudara kembarnya 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BOGOR - Kepala Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) Marunda, Captain Arifin Soenardjo mengatakan pihaknya tengah berupaya memotong mata rantai, perihal aksi kekerasan yang sering terjadi, antara taruna senior ke junior.

"Semua Taruna I akan dipindahkan di BP2IP atau tepatnya di Balai Pendidikan Ilmu Pelayaran itu, di Mauk Tangerang. Ini sifatnya sementara dan hanya cara ini untuk memotong mata rantai kekerasan yang kerap terjadi di lingkungannya STIP," ungkap Arifin menghubungi Warta Kota pada Sabtu (14/1/2017).

Ia mengatakan, pemindahan seluruh taruna I di STIP hanya bersifat sementara dan akan dipindahkan kembali, apabila‎ suasana dan kondisi sudah kondusif.

Captain Arifin Soenardjo juga mengatakan organisasi drum band dan pedang pora di lingkungan STIP ditiadakan untuk sementara.

Hal itu mengingatkan adanya tindak kekerasan yang dialami seorang taruna tingkat I, di Kamar M205 Gedung Dormitory ring IV STIP oleh sejumlah seniornya di tingkat II, Amirulloh Adityas Putra (18), Selasa dan Rabu (10-11/1/2017) lalu.

"Sekarang ada peraturan. Pada Senin besok‎ (16/1/2017), organisasi Drum Band dan Pedang Pora dihapuskan. Telah saya berlakukan itu," ucapnya, ketika menghubungi Warta Kota, Sabtu (14/1/2017) siang.

Dikatakan Arifin, kedua organisasi tersebut dibenarkannya sering terjadi gesekan antara para junior dan‎ senior di STIP tersebut.

"Ini (Penganiayaan) sering terjadi. Jadi, kedua organasi‎ itu kita bekukan (Hentikan) sementara. Jika, semuanya sudah terpantau kondusif akan diaktifkan lagi," terangnya.

Dilanjutkan Arifin diaktifkannya kembali dua organisasi ‎itu apabila suasana dan kondisi sudah kondusif.

Arifin bahkan menyatakan, jika kedua organisasi tersebut andalan, serta tenar di lingkungan STIP.

"Kedua organisasi Ini sering terjadi pergesekan. Sehingga, mau tak mau dua organisasi yang memang diidolakan oleh seluruhtaruna di STIP Ini akan dihentikan sampai pak Budi Karya Sumadi (Menteri Perhubungan RI) mengaktifkannya kembali. Tunggu suasana kondusif dulu," katanya.

(Wartakota, Panji Baskhara Ramadhan)

Editor:
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved