Balada Nasib Guru Honorer di Kepri

Buat Biayai Guru Honorer Perlu Rp 39 Miliar, Masalahnya Pemprov Hanya Boleh Biayai Guru PNS

Anggaran diperlukan buat membiayai guru honorer limpahan kabupaten dan kota setara Rp 39 miliar. Sesuai aturan Pemprov hanya wajib anggarkan guru PNS

Buat Biayai Guru Honorer Perlu Rp 39 Miliar, Masalahnya Pemprov Hanya Boleh Biayai Guru PNS
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Ilustrasi. Ratusan Guru honorer K2 melakukan aksi unjuk rasa di depan Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (10/2/2016) 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, TANJUNGPINANG-Nasib ribuan tenaga guru honorer dari kabupaten/kota yang akan dilimpahkan kepada provinsi tidak menentu hingga saat ini.

Mereka sudah dilepaskan oleh pemerintah kabupaten/kota se-Kepri dengan segala tanggungannya, sejak akhir 2016.

Namun, gaji dan insentif mereka bahkan belum tuntas dibahas oleh pemerintah provinsi Kepri.

Ketua Komisi IV DPRD Kepri Teddy Jun Askara mengatakan, Pemprov Kepri sedang mencari solusi untuk mengatasi persoalan tenaga guru honorer ini.

"Persoalannya adalah dalam undang-undang (UU) Nomor 23 Tahun 2014 disebutkan bahwa guru-guru yang dilimpahkan itu hanya berstatus PNS dan bukan tenaga guru honorer," kata Teddy menjawab pertanyaan Tribun, Sabtu (14/1/2017) sore.

Bersamaan dengan itu, pemerintah kabupaten/kota tidak bisa menganggarkan lagi dana untuk membiayai tenaga guru honorer.

Teddy menginformasikan, pemerintah kabupaten/kota sudah coba berkonsultasi dengan BPK tentang penganggaran gaji dan insentif untuk para tenaga guru honorer ini setelah menggelar rapat dengan Pemprov Kepri.

Namun, BPK justru melarang pemerintah kabupaten/kota tersebut untuk menganggarkan pembiayaan bagi tenaga guru honorer.

"Pemerintah provinsi pun dilarang untuk mengalokasikan anggaran bagi para tenaga guru honorer ini. Kalau kita anggarkan maka kita disalahkan," tegas Teddy.

Menurut Teddy, atas dasar pertimbangan inilah maka Pemprov Kepri belum membahas anggaran untuk gaji dan insentif ribuan tenaga guru honorer tersebut.

Halaman
12
Penulis: Thom Limahekin
Editor:
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved