Taufiq-Sudarmadi Belum Setor Rp 100 Juta, Denda Kasus Prodi Tak Berizin Karimun

Sebulan sejak vonis pengadilan kasus prodi tak berizin di Universitas Karimun, kedua terpidana disebut belum menyetorkan kewajiban dendanya

Taufiq-Sudarmadi Belum Setor Rp 100 Juta, Denda Kasus Prodi Tak Berizin Karimun
tribunbatam/rachtayahya
Terdakwa kasus prodi tak berizin di Universitas Karimun mendengarkan vonis hakim, Selasa (13/12/2016) 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, KARIMUN-Sudah sebulan berlalu sejak Majelis Hakim Pengadilan Negeri Tanjungbalai Karimun menjatuhkan vonis bersalah kepada mantan Sekda dan Kadisdik Karimun M Taufiq dan MS Sudarmadi.

Namun selama sebulan itu juga keduanya diketahui belum membayar denda sebesar Rp 50 juta masing-masing yang dijatuhkan Majelis Hakim PN Tanjungbalai Karimun.

“Belum, katanya kemarin sama-sama dengan pak Sudarmadi, sampai sekarang belum dibayarkan, tak tahu juga kenapa,” ujar DP Agus Rosita, penasehat hukum dari M Taufiq, Minggu (15/1/2017).

Namun begitu, wanita yang juga biasa disapa Yayuk itu optimis kliennya tersebut akan membayarkan kewajibannya, tinggal menunggu koordinasi dengan pihak Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejari Tanjungbalai Karimun.

“Mekanismenya kami bayarkan ke kas negara, nanti bukti pembayaran diserahkan ke pihak JPU,” terangnya.

Berbeda dengan DP Agus Rosita, Wiryanto, mantan penasehat hukum MS Sudarmadi mengaku terkejut saat dihubungi perihal pembayaran denda tersebut.

Meski bukan penasehat hukum Sudarmadi lagi Wiryanto mengaku sebelumnya pernah mendengar mantan kliennya itu akan membayar denda sebesar Rp 50 juta sesuai perintah Majelis Hakim PN Tanjungbalai Karimun.

“Belum dibayar ya? Dulu saya pernah dengar memang mau dibayarkan tapi tak tahu juga kalau sampai sekarang belum juga dibayarkan. Saya sudah tidak pengacaranya lagi memang, saya hanya sampai vonis saja,” kata Wiryanto.

Wiryanto juga mengatakan berdasarkan memori putusan, tidak disebutkan kapan batas waktu pembayaran denda tersebut. “Setahu saya tidak ada batas waktu disebutkan,” katanya.

Mantan Kadisdik Karimun MS Sudarmadi dan mantan Sekda Karimun M Taufiq divonis bersalah oleh Majelis Hakim PN Tanjungbalai Karimun yang dipimpin Ketua PN Tanjungbalai Karimun, Fathul Mujib dengan dua anggota yakni Agus Soetrisno dan Antoni Trivolta pada sidang dugaan penipuan lima program studi (prodi) tak berizin di Universitas Karimun (UK), 13 Desember 2016. (*)

Baca Berita Terkait di Harian Tribun Batam Edisi Senin (16/1/2017)

Penulis:
Editor:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved