PNS Ini Ditangkap Saat Pungut Rp 3.000 per Pengunjung Objek Wisata. Alasannya Mengejutkan

AR sendiri telah bekerja di lokasi tersebut selama 11 tahun dan setiap harinya memungut uang kepada pengunjung obyek wisata

PNS Ini Ditangkap Saat Pungut Rp 3.000 per Pengunjung Objek Wisata. Alasannya Mengejutkan
KOMPAS.com / ABDUL HAQ
Oknum pegawai negeri sipil (PNS) Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan ini tertangkap tangan operasi pungutan liar bersama barang bukti. Minggu, (16/01/2017). 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, GOWA - Memungut pengunjung sebesar Rp 3.000 per orang tanpa menggunakan karcis.

Seorang pegawai negeri sipil (PNS) Dinas Pariwisata dan Budaya Kabupaten Gowa tertangkap tangan tim sapu bersih pungutan liar (Saber Pungli) Kepolisian Resor (Polres) Gowa, Sulawesi Selatan.

Polisi juga mengamankan uang tunai senilai Rp 2.750.000 dan dua buku nota.

PNS berinisial AR (53) tertangkap tangan pada pukul 15.00 kita, Minggu, (15/01/2017) di Pos DAM Bili-bili, Kelurahan Bontoparang, Kecamatan Parangloe saat tengah memungut uang kepada pungunjung obyek wisata senilai Rp 3.000 per orang.

AR sendiri telah bekerja di lokasi tersebut selama 11 tahun dan setiap harinya memungut uang kepada pengunjung obyek wisata tersebut senilai Rp 3.000 padahal dalam karcis jelas tertera hanya dikenakan biaya Rp 1.000 per orang.

Sementara saat dibekuk, AR dibekuk polisi tidak menemukan karcis, lantaran karcis belum dikeluarkan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan sejak tahun 2017.

Saat digelandang AR mengaku hanya diperintahkan oleh atasannya dam wajib menyetor sebanyak Rp 20 juta per bulan ke bendahara dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Gowa.

"Saya wajib sektor dua puluh juta perbulan sama bendahara dan setiap hari saya dapat Rp 3 juta sampai Rp 4 juta," kata AR.

Aparat kepolisian sendiri saat ini masih melakukan pemeriksaan untuk memutus mata rantai pungutan liar tersebut.

"Pelaku tertangkap tangan memungut retribusi kepada pengunjung tanpa menggunakan karcis dan sementara menjalani pemeriksaan dan tidak menutup kemungkinan akan ada tersangka lain," kata Kombes Dicky Sondani, Kepada Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Sulawesi Selatan.(*)

Editor: nandrson
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved