Imigrasi Bintan Amankan 40 TKA Tanpa Dokumen, Mereka Diamankan di Club Med Lagoi

Imigrasi Bintan di Tanjunguban mengamankan 40 TKA tanpa dokumen keimigrasian di Club Med Lagoi. Ini negara asal mereka

Imigrasi Bintan Amankan 40 TKA Tanpa Dokumen, Mereka Diamankan di Club Med Lagoi
tribunbatam/aminuddin
Ilustrasi. Dua WNA India yang dideportasi Kantor Imigrasi Tanjunguban, Jumat (4/11/2016) 

BATAM. TRIBUNNEWS.COM, BINTAN-Sebanyak 40 tenaga kerja asing (TKA) tanpa dokumen pendukung resmi diamankan petugas Imigrasi Kelas II Tanjunguban, Selasa (17/1/2017) siang. Ke 40 TKA ilegal itu diamankan di Club Med Lagoi.

Pengamanan para TKA di Club Med adalah kali kedua setelah pada akhir 2016, penangkapan serupa dilakukan Imigrasi Tanjunguban. Namun, jumlah kali ini jauh lebih besar, hingga 40 TKA.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas II Tanjunguban Suhendra mengatakan, 40 TKA itu tak memiliki dokumen resmi keimigrasian. Mereka juga tak mengantongi izin kerja di Indonesia (IMTA) yang dikeluarkan dari Dinas terkait (BPMPD) Bintan.

"Mereka melanggar UU Keimigrasian yang berlaku. Dalam pemeriksaan, mereka hanya mampu menunjukan visa Kartu Izin Tinggal Terbatas, (Kitas) serta Izin tinggal kunjungan,"kata dia.

Penangkapan 40 TKA di Club Med Lagoi berlangsung karena dalam operasi Bhumi Pura di kawasan pariwisata itu. Ketika melakukan penyisiran, terjaringlah sebanyak 40 an pekerja di Club Med tanpa dokumen resmi yang dipersyaratkan bisa kerja leluasa di Bintan.

"Nah, pas saat menyisir kawasan Club Med, kami menemukan sebanyak 40 orang asing yang bekerja melanggar aturan, setelah dicek ternyata benar," kata Suhendra.

Ia menyebutkan, para TKA yang berhasil diamankan berasal dari beberapa negara diantaranya, Prancis, Taiwan, Selandia Baru, Zimbabwe, India, Malaysia, Senegal, Mexico, Inggris, Australia, Philipina, Afrika Selatan. "Ada juga dari Tingkok, Jepang, Thailand, Turki serta India," sebutnya.

Kini ke-40 TKA dari berbagai negara itu masih diamankan pihak Imigrasi Tanjunguban guna pemeriksaan lebih lanjut, sementara itu paspor dari masing-masing TKA ilegal masih ditahan pihak Imigrasi.

Suhendra mengaku, penyelidikan terkait pelanggaran keimigrasian tetap dilanjutkan. Bila terbukti bersalah kata dia, ke-40 TKA ilegal itu akan dideportasi dari Indonesia sesuai dengan Pasal 75 ayat 1 Undang-undang Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian. (*) 

Penulis: Aminnudin
Editor:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved