Tak Bisa Dipercaya. Tergiur Ponsel, Seorang Paman Tega Habisi Nyawa Keponakannya

Pelaku ditangkap polisi di Pasar Binaya Kota Masohi, Kabupaten Maluku Tengah pada Selasa (17/1/2017)

Tak Bisa Dipercaya. Tergiur Ponsel, Seorang Paman Tega Habisi Nyawa Keponakannya
JITET KOESTANA/Kompas.com
Ilustrasi 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, AMBON - Polisi meringkus pelaku pembunuhan Junaidi Henan, seorang mahasiswa jurnalistik IAIN Ambon yang jasadnya ditemukan mengenaskan di rumahnya di BTN Wayeme Ambon pada 14 Desember 2016 lalu.

Pelaku pembunuhan tak lain adalah paman korban sendiri yang bernama Munanjar Tajudin Nuhuyanan alias Aco.

Pelaku ditangkap polisi di Pasar Binaya Kota Masohi, Kabupaten Maluku Tengah pada Selasa (17/1/2017).

Pelaku dibawa ke Ambon. Setelah menjalani pemeriksaan sejak Rabu kemarin, Munanjar akhirnya ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik.

"Pemeriksaan dilakukan hingga Rabu malam dan pelaku sudah ditetapkan sebagai tersangka,” kata Paur Subbag Humas Polres Pulau Ambon, Iptu Nicolas Anakotta kepada sejumlah wartawan, Kamis (19/1/2017).

Nicolas menjelaskan, dari pemeriksaan, pelaku mengakui semua perbuatannya bahwa dia telah membunuh keponakannya itu.

Adapun motif membunuhan itu adalah karena pelaku tergiur dengan smartphone milik korban.

“Kemungkinan pelaku terbelit utang sehinga saat melihat handphone milik korban, dia lalu gelap mata dan menghabisi korban,” katanya.

Selain mencuri ponsel milik korban, pelaku juga membawa kabur sepeda motor Honda Beat milik korban.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat Pasal 365 ayat 3 atau Pasal 338 dan Pasal 351 ayat 3 KUHP tentang tindak pidana pencurian disertai kekerasan dan pembunuhan.

Halaman
12
Editor: nandrson
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved