Heboh Prostitusi Online

Mucikari Mengaku Sejak 2015 Bisnis Esek-esek, Anak Asuhnya Usia di Bawah 20 Tahun. Ini Alasannya!

Kepada polisi, sang mucikari mengaku mengelola prostitusi online sejak 2015. Dia sengaja memilih PSK usia muda alasannya tarif lebih mahal. Berapa?

Mucikari Mengaku Sejak 2015 Bisnis Esek-esek, Anak Asuhnya Usia di Bawah 20 Tahun. Ini Alasannya!
Tribunnews
Ilustrasi 

BATAM. TRIBUNNEWS.COM-Hasil pengembangan kasus prostitusi online berkedok toko makanan ringan kian memperlihatkan sepak terjang Sri Purwati (41), sang mucikari, dalam menjalankan bisnis esek-eseknya.

Hasil pemeriksaan Unit Pelayanan Anak dan Perempuan (PPA) Satreskrim Polres Jombang, Sri Purwati yang warga Desa/Kecamatan Mojowarno Jombang ini, ketahuan memiliki 7 anak buah atau pekerja seks komersial (PSK).

”Pengakuan tersangka yang dikroscek dengan salah satu PSK anak buahnya, tersangka memiliki 7 anak buah,” kata Kepala Unit PPA Satreskrim Polres Jombang Iptu Dwi Retno Suharti kepada Surya (TRIBUNnews.com Network), Jumat (20/1/2017).

Para PSK tersebut, sambung Retno, rata-rata masih berumur berusia muda, bahkan banyak yang di bawah umur 20 tahun.
Ke-7 PSK tersebut berasal dari wilayah Kabupaten Jombang yang tinggalnya di beberapa di kecamatan.

“Tidak ada anak buahnya yang tinggal di rumah tersangka SP (Sri Purwati). SP sendiri mengaku menjalankan bisnis prostitusi online sejak 2015,” terang kepada Surya (TRIBUNnews.com Network).

Dalam melancarkan bisnis prostitusinya, pelaku menawarkan PSK anak buahnya menggunakan aplikasi percakapan pada ponsel pelaku.
Seperti WhatsApp (WA), BlackBerry Messenger (BBM) dan juga Short Message Service (SMS).

Di situ pelaku memberikan foto–foto PSK kepada calon pelangganya.

“Setelah di rasa cocok, pelaku memberikan keleluasaan kepada pelangganya untuk menentukan tempatnya,” jelas Retno.

Ini diperkuat temuan barang foto-foto perempuan berpose seronok yang tersimpan dalam ponsel pelaku.

“Kalau sudah cocok, pelaku menyerahkan pemilihan tempat transaksi seksual kepada pelanggan. Bisa di rumah pelaku, bisa juga hotel. Tapi lebih banyak di rumah pelaku,” urai Retno.

Halaman
12
Editor:
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved