Lantamal Deteksi Minyak Hitam di Perairan Kepri, Bentuk Tim Khusus Buru Pencemar
Lantamal Tanjungpinang mendeteksi adanya minyak hitam di perairan Kepri, siapkan tim khusus buru pencemar. Ini anggotanya!
Penulis: Thom Limahekin |
BATAM.TRIBUNNEWS.COM, TANJUNGPINANG-Minyak hitam berupa aspal mencemari beberapa wilayah laut Kepri, belakangan ini.
Pantai Nongsa Batam dan Lagoi Bintan paling parah mengalami pencemaran ini.
Pencemaran tersebut mendapat perhatian dari Danlantamal IV Tanjungpinang, Laksma TNI S Irawan.
Dia langsung menerjunkan tim khusus untuk menyelidiki kasus itu, pada Minggu (22/1/2017)
"Limbah berupa gumpalan minyak hitam menyerupai aspal baik yang menggumpal maupun cair sering mencemari laut pada Desember," kata Irawan.
Dia menambahkan, bulan tersebut bertepatan dengan musim utara sehingga limbah masuk ke perairan Lagoi dan mencemari beberapa tempat lain di Kepulauan Riau.
“Limbah itu diduga berasal dari kapal-kapal yang melintas di utara perairan Tanjung Berakit dan Lagoi. Kapal yang sedang melego jangkar di East OPL juga sering melepaskan limbah," jelas Irawan.
Danlantamal IV Tanjungpinang itu menegaskan, saat ini pihaknya tengah berkoordinasi dengan instansi terkait lainnya untuk menggelar patroli dan pengawasan di area sektor East OPL.
Sasarannya adalah menindak tegas kapal-kapal yang melakukan kegiatan pembuangan limbah secara sembarangan.
“Tim WFQR Lantamal IV akan segera menindaklanjuti keluhan masyarakat ini dengan menerjunkan tim khusus antilimbah laut. Kita membutuhkan pemantauan secara terpadu dan ketat dengan melibatkan seluruh stakeholder di wilayah Kepri," tanda Irawan. (*)