Ngeri Sekali! Mau Turun Kapal pun Bertaruh Nyawa

Penumpang kapal Pelni dari dan menuju Pulau Jemaja harus bertaruh nyawa untuk naik dan turun dari kapal

Ngeri Sekali! Mau Turun Kapal pun Bertaruh Nyawa
tribun/septyanmuliarohman
Warga Jemaja, Anambas, yang hendak naik ke kapal Pelni harus naik di tengah laut, karena kapal Pelni tidak bisa sandar di pelabuhan yang ada di Jemaja, seperti dipotret, Sabtu (6/2/2016) 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, ANAMBAS - Penumpang kapal Pelni dari dan menuju Pulau Jemaja harus bertaruh nyawa untuk naik dan turun dari kapal.

Pasalnya proses bongkar muat barang dan penumpang yang dilakukan di tengah laut,

"Ngeri sekali melihatnya. Hendak turun pun seperti bertaruh nyawa. Saya kira awalnya kapal sandar, rupanya tidak," ujar Slamet satu di antara penumpang kapal Minggu (22/1/2017) dini hari.

Pria asal Jawa yang hendak ke Natuna ini menambahkan, penumpang yang hendak naik dari kapal menggunakan kapal kayu yang sandar di samping kiri dan kanan kapal Pelni.

"Saya tidak terbayang kalau cuaca laut tidak bagus. Saat perjalanan dari Kijang ke Letung, beruntung cuacanya cukup bersahabat.

Gelombang tidak terlalu kuat, begitu pula ketika kapal sudah tiba di Letung," katanya.(*)

* Baca berita terkait di Harian TRIBUN BATAM edisi Senin, 23 Januari 2017

Penulis: Septyan Mulia Rohman
Editor: nandrson
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved