Jumat, 24 April 2026

Polri Bantah Senjata Selundupan di Sudan Milik Indonesia. Ini Alasannya

Barang-barang itu bukan milik kontingen kita. Barang-barang polisi Indonesia sudah pada masuk container dan dalam pengawasan military police

ist
Senjata sitaan di Sudan yang membuat pasukan perdaiamaian PBB asal Indonesia tertahan. 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kepolisian Negara RI membantah senjata selundupan di Sudan milik Satuan Tugas Polisi Penjaga Perdamaian (Formed Police Unit/FPU) VIII Polri.

Pemerintah Sudan dilaporkan menangkap pasukan perdamaian Indonesia yang tergabung dalam UNAMID (United Nations African Mission In Darfur) karena diduga telah melakukan penyelundupan senjata.

Kepolisian Negara RI mengirimkan tim investigasi ke El Fasher, Darfur Utara, Sudan, untuk mengonfirmasi dugaan Penyelundupan senjata di Sudan.

Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Boy Rafli Amar mengatakan, hal itu untuk mendapatkan kebenaran yang obyektif.

"Jadi tim dari Mabes Polri berangkat jadwalnya hari ini ya untuk bergabung dengan tim investigasi dari PBB dari UNAMID," ujar Boy di Cakung, Jakarta Timur, Selasa (24/1/2017).

Boy menjelaskan, dari hasil pemeriksaan sementara dengan didampingi Duta Besar Indonesia di Sudan, satu koper berisi senjata dan amunisi, bukan milik Satuan Tugas Polisi Penjaga Perdamaian (Formed Police Unit/FPU) VIII Polri.

Sebab, senjata dan amunisi, beda seperti yang digunakan oleh Satgas FPU Polri.

"Ya, memang barang-barang itu bukan merupakan milik daripada kontingen kita. Barang-barang umumnya sudah pada masuk container dan dalam pengawasan military police," ujar Boy.

Sementara ini, Kepolisian RI meyakini, kontingen Indonesia bukan lah pemilik koper yang berisikan senjata tersebut. Tapi, Satgas FPU VIII Polri belum dipersilakan meninggalkan Sudan oleh otoritas setempat.

"Tidak ada dilakukan penahanan, jadi hanya pengembalian kontingen ini, tertunda dikarenakan karena Kasatgasnya, Wakil Kasatgas dan Seksi Operasi sedang dimintai keterangan," kata Boy.

Koper itu berbeda dengan koper kontingen Indonesia dari segi warna serta tidak menggunakan label bendera Indonesia.

Ketika petugas polisi Bandara El Fasher menanyakan pemilik koper itu, Satgas FPU Polri mengatakan itu bukan milik mereka.

Lalu saat koper itu memasuki pemeriksaan sinar-x, koper tidak bertuan itu ternyata berisi sejumlah senjata.

Mengenai adanya sabotase, ucap Boy, pihaknya hanya bisa memastikan setelah investigasi dari PBB selesai dilakukan.

"Kita belum bisa pastikan apakah ini semacam sabotase atau sebagainya," ujar Boy.
Tags SudanPolriBoy Rafli Amar

Penulis: Dennis Destryawan

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved