Inilah Fakta-fakta Mengejutkan Mahasiswa UII Tewas saat Diksar Mapala

Inilah fakta-fakta mengejutkan mahasiswa UII tewas saat latihan dasar Mapala di gunung

Inilah Fakta-fakta Mengejutkan Mahasiswa UII Tewas saat Diksar Mapala
instagram/mapala unisi
Dokumentasi kegiatan Diksar Mapala Unisi sebelum berangkat ke lokasi. Dalam kegiatan tersebut, dua orang anggota Mapala meninggal dunia 

BATAM. TRIBUNNEWS.COM, YOGYA-Sebanyak tiga mahasiswa UII meninggal dunia setelah mengikuti diksar Mapala Uniniversitas Islam Indonesia (UII) di Tawangmangu, Jawa Tengah. Dua diantaranya sempat dirawat di Rumah Sakit Bethesda.

Syaits Asyam (19) mahasiswa yang merupakan warga jetis, Caturharjo, Sleman meninggal pada Sabtu (21/1/2017), sedangkan Ilham Nur Padmy (20) warga Lombok Timur meninggal pada Senin (23/1/2017) malam.

Kabag humas dan marketing RS Bethesda, Nur Sukawati, mengatakan pihaknya telah melakukan perawatan intensif terhadap keduanya, namun kondisi pasien yang terus menurun akhirnya menyebabkan keduanya meninggal.

Adapun runtutan penanganan yang dilakukan pihak rumah sakit bermula saat Ilham datang dihantar temannya pada Senin (23/1/2017) pulul 9.39. Berdasarkan keterangan teman kosan Ilham, yang bersangkutan sempat jatuh pingsan.

"Saat datang pasien dalam kondisi sadar, tapi pucat, dengan luka di dagu dan keluhannya mual," jelasnya.

Petugas IGD juga melakukan pemeriksaan badan, dan menemukan luka-luka di tangan, kaki, dan kuku jempol kaki kanan yang hampir copot.

Siang sekitar pukul 13.30, Ilham dimasukkan ke ruang perawatan dan mengalami berak darah sekitar pukul 15.00.

Dari pemeriksaan dokter, ia mengalami trauma abdomen di bagian perut. Akibat banyak keluar darah dari tubuhnya, ia harus mendapatkan transfusi.

Kondisi tubuh Ilmah terus menurun, sehinga sekitar pukul 19.30 ia harus dirawat di ICU. Namun akhirnya ia tak dapat bertahan dan akhirnya meninggal pada pukul 23.20.

Sebagai catatan, dokter juga menemukan kondisi Vulnus Laceratum di tubuh korban.

Yakni adanya luka robek pada kulit yang biasanya diakibatkan karena terjatuh, terkena ranting pohon, atau batu.

Sementara pasien sebelumnya, Syaits Asyam (19) diterima pihak dokter pada Sabtu (21/1/2017). "Saat datang, bicara sudah sulit, sesak nafas, keluhan batuk sejak 4 hari," ungkapnya.

Berdasarkan foto thorax, Syaits mengalami patah tulang dengan multiple trauma. Hampir semua tulangnya mengalami kerusakan, seperti di
kedua kaki, tangan, pantang, dan punggung.

"Ia mengalami nafas, hingga akhirnya meninggal pukul 14.45 karena peradangan paru dan gagal nafas," jelasnya.

Lebih lanjut, setelah disemayamkan di rumah duka Bethesda, jenazah Ilham akhirnya dikirim ke Forensik RSUP Dr Sardjito atas persetujuan ayahnya, Syafii. Hal ini dilakukan agar mendapat bukti penyidikan secara mendalam. (*)

Editor:
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved