Polda Kepri Tak Berhak Memproses Kasus Speadboat TKI yang Tenggelam di Johor. Ini Sebabnya

Meski titik nol keberangkatan kapal itu diperkirakan dari pelabuhan tikus Tanjungmemban, Nongsa, Batam, namun tenggelamnya kapal tidak di Indonesia

Polda Kepri Tak Berhak Memproses Kasus Speadboat TKI yang Tenggelam di Johor. Ini Sebabnya
Berita Harian
Nelayan dan kepolisian Tanjung Rhu, Malaysia, mengevakuasi boat pancung yang membawa TKI ilegal dari Batam, Senin (23/1/2017) pagi. 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BATAM - Penyidik Polda Kepri mengaku sedikit kesulitan untuk memproses hukum terhadap orang yang bertanggung jawab atas karamnya kapal TKI ilegal di perairan Tanjung Rhu, Mersing, Malaysia, Senin (23/1/2017) lalu.

Dirreskrimum Polda Kepri Kombes Pol Eko Puji Nugroho saat dimintai tanggapan, Rabu (25/1/2017) siang mengatakan, tempat kejadian perkara (TKP) bukan wilayah hukum Indonesia.

"Locus delicti kejadiannya kan di luar negeri itu. Jadi kami nggak bisa memproses pakai hukum kita. Proses hukumnya tentu menggunakan aturan negara setempat (Malaysia)," kata Eko.

Meski titik nol keberangkatan kapal itu diperkirakan dari pelabuhan tikus Tanjungmemban, Nongsa, Batam, namun kejadian tenggelamnya kapal tidak di wilayah Indonesia.

kendati demikian, kata Eko, pihaknya tetap memantau kasus tenggelamnya kapal yang mengangkut 40 TKI ilegal ini. "Tatap kami lakukan monitoring termasuk perkembangannya," ujarnya.

Beberapa Tim DVI Dokkes Polda Kepri dan Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI) Tanjungpinang juga sudah dikirim ke Mersing Rabu pagi untuk membantu proses identifikasi dan administrasi lainnya.

Eko berharap, korban selamat dapat dibawa ke Batam sehingga bisa membongkar identitas tekong yang mengirim mereka secara ilegal.

"Setelah di Batam nanti bercerita, baru kami mulai proses penyelidikan ini. Baru proses hukumnya bisa kepada orang bertanggung jawab atas ini," terang Eko.

Seperti diberitakan, boat pancung yang mengangkut 40 TKI ilegal berangkat dari Batam, Minggu malam, pukul 20.00 WIB.

Namun, memasuki perairan Tanjung Rhu, Malaysia, pukul 04.30 dinihari, kapal itu terbalik.

Kepolisian dan tim SAR Malaysia menemukan 14 penumpang tewas, dua selamat dan sisanya masih hilang.

Penulis: Leo Halawa
Editor: Alfian Zainal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved