Ide Trump Bagi Rakyat Suriah: 'Bangun Zona Nyaman'. Dia Salahkan Eropa yang Terima Pengungsi

Trump mengatakan, Eropa telah membuat kesalahan besar dengan menerima jutaan pengungsi dari Suriah dan negara konflik lainnya di Timur Tengah.

Ide Trump Bagi Rakyat Suriah: 'Bangun Zona Nyaman'. Dia Salahkan Eropa yang Terima Pengungsi
Al Jazeera
Kamp pengungsi Suriah di Jordania dilihat dari udara. 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, WASHINGTON DC - Presiden AS, Donald Trump, Rabu (25/1/2017), mengatakan ia “ingin benar-benar membangun zona aman di Suriah” agar pengungsi dapat melarikan diri dari negara yang dilanda perang saudara sejak Maret 2011 itu.

Trump mengatakan, Eropa telah membuat kesalahan besar dengan menerima jutaan pengungsi dari Suriah dan negara konflik lainnya di Timur Tengah.

Dalam sebuah wawancara dengan ABC News, Trump mengatakan, “Saya tak ingin hal itu terjadi lagi”. 

“Saya akan membangun zona aman bagi rakyat Suriah," ujar Trump kepada ABC News.

Dalam sebuah dokumen, Trump direncanakan menandatangani perintah kepada Pentagon dan Kementerian Luar Negeri AS untuk merancang rencana membangun zona aman tersebut, sebuah langkah yang beresika meningkatkan ketegangan milier AS di Suriah.

Dokumen AS yang direkam Reuters, kementerian luar negera dan kementerian pertahanan teleag menyiagakan perang dalam 90 hari membuat rencana zona aman di Suriah dan kawasan sekitarnya.

Hal itu diperlukan “untuk warga Suriah mengungsi, sementara menunggu penempatan pasti, baik itu repatriasi atau di negara ketiga," demikian kutipan dokumen itu.

Namun, di dalam dokumen itu tak ada penjabaran lebih lanjut mengenai mekanisme dan tempat pembangunan zona aman itu.

Selama ini, negara tetangga Suriah, seperti Jordania dan Turki, sudah gerah dengan kehadiran jutaan imigran Suriah.

Namun, dokumen tidak memberikan rincian tentang apa bagaimana dan dimana zona aman itu dibuat, dan siapa yang akan menjaganya.

Halaman
12
Editor:
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved