KPK Tangkap Hakim MK

Patrialis Akbar Sudah Tiga Kali Terima Suap. Uangnya Dolar. WUIH! Nilainya Miliaran

Patrialis Akbar disangkakan menerima suap dari Basuki Hariman (BHR), bos pemilik 20 perusahaan impor daging dan sekretarisnya NG Fenny (NGF).

Patrialis Akbar Sudah Tiga Kali Terima Suap. Uangnya Dolar. WUIH! Nilainya Miliaran
TRIBUNNEWS/HERUDIN
Penyidik KPK menunjukkan barang bukti operasi tangkap tangan (OTT). Ilustrasi 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Theresia Felisiani

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Hakim Mahkamah Konstitusi (MK), Patrialis Akbar (PAK) resmi ditetapkan sebagai tersangka penerimaa suap oleh KPK.

Selain itu, teman Patrialis yakni Kamaludin (KM) juga ditetapkan sebagai tersangka karena berperan sebagai perantara suap.

Patrialis Akbar disangkakan menerima suap dari Basuki Hariman (BHR), bos pemilik 20 perusahaan impor daging dan sekretarisnya NG Fenny (NGF).

Wakil Ketua KPK, Basaria Panjaitan menjelaskan suap 20 ribu dolar Amerika Serikat atau sekitar Rp 264 juta dan 200 ribu dolar Singapura atau sekitar Rp 1,86 miliar itu diberikan kepada Patrialis Akbar terkait pembahasan uji materi UU No 41 tahun 2014 tentang Peternakan dan Kesehatan hewan.

Total nilai suap itu, jika dirupiahkan mencapai Rp 2,9 miliar lebih.

"Diduga Patrias Akbar menerima USD 20 ribu dan SGD 200 ribu itu sudah penerimaan ketiga. Sebelumnya sudah ada penerimaan pertama dan kedua," kata Basaria, Kamis (26/1/2017) di Kantor KPK, Jakarta Selatan.

Basaria melanjutkan kasus ini terkuat dari adanya laporan masyarakat yang selanjutnya ditelusuri KPK.

Selanjutnya dilakukan pemantauan hingga penangkapan pada 11 orang di tiga lokasi di Jakarta pada Rabu (25/1/2017) pukul 10.00 -21.30 WIB.

Tersangka yang ditangkap pertama yakni Kamaludin (KM) di lapangan golf di Rawamangun Jakarta Timur.

Halaman
12
Editor: Alfian Zainal
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved