Kanwil Bea Cukai Kepri Klaim Anggota Patrolinya Diserang Bom Molotov. Ini Kejadiannya

Kanwil Bea Cukai Kepri mengklaim petugas patrolinya diserang sekelompok orang memakai bomo molotov saat upaya penegahan. Ini kejadiannya

Kanwil Bea Cukai Kepri Klaim Anggota Patrolinya Diserang Bom Molotov. Ini Kejadiannya
tribunnews batam/anne maria
Ilustrasi. Upacara pembukaan operasi laut patroli terkoordinasi Kastam Indonesia Malaysia (Patkor Kastima), Rabu (7/9/2016) 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, KARIMUN - Petugas patroli Kanwil Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Khusus Kepri kembali diserang oleh massa bayaran saat hendak melakukan tindak penegahan terhadap kapal penyelundup.

Kali ini kapal Patroli Laut BC 10002 milik Kanwil DJBC Khusus Kepri yang diserang puluhan orang secara brutal menggunakan bom molotov dan mercon di perairan Asahan, Sumatera Utara, Sabtu (28/1/2017) dini hari.

Kabid Penindakan dan Sarana Operasi Kanwil DJBC Khusus Kepri Raden Evi Suhartantyo mengatakan puluhan orang tersebut adalah massa bayaran yang mengawal Kapal Motor Nur Aflah GT.22 bermuatan 700 karung Ballpress.

"Kapal patroli kita dilempari bom molotov. Kejadian sekitar pukul 03.30 WIB sampai 05.00 WIB," kata Evi, Minggu (29/1/2017).

Namun perlawanan tersebut dapat dipatahkan petugas. Namun ABK KM Nur Aflah yang ingin menghilangkan barang bukti kemudian memilih untuk membakar kapal mereka.

"Para ABK membakar kapal dan kemudian terjun ke laut," tambah Evi.

Namun petugas yang bergerak cepat dapat menangkap sebanyak 51 ABK yang berusaha kabur. Puluhan orang itu kemudian diamankan menggunakan dua kapal patroli lain, yakni BC10002 dan BC20002.

"Hingga saat ini masih berlangsung evakuasi di perairan Tanjung Jumpul. Para ABK dibawa ke KPPBC," ujar Evi. (*) 

Penulis: Elhadif Putra
Editor:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved