Raja Arab Saudi Sepakati Ide Donald Trump Bangun Zona Aman di Suriah dan Yaman

Raja Arab Saudi, Salman, dalam percakapan telepon dengan Presiden AS, Donald Trump, sepakat untuk mendukung perlunya zona aman diSuriah dan Yaman.

Raja Arab Saudi Sepakati Ide Donald Trump Bangun Zona Aman di Suriah dan Yaman
SAUL LOEB / AFP
Presiden AS Donald Trump memperlihatkan perintah eksekutif yang mengeluarkan AS dari kerjasama trans-pasifik (TPP). Keputusan ini ditandatangani Trump di Ruang Oval, Senin (23/1/2017). 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, WASHINGTON DC – Raja Arab Saudi, Salman, dalam percakapan telepon dengan Presiden AS, Donald Trump, Minggu (29/1/2017), sepakat untuk mendukung perlunya zona aman di Suriah dan Yaman.

Gedung Putih menjelaskan hal tersebut dalam sebuah keterangan sebagaimana dirilis kantor berita Reuters pada Senin (30/1/2017).

Trump, selama kampanye pemilu Presiden AS tahun lalu, menyerukan negara-negara Teluk untuk terlibat dalam upaya menciptakan zona-zona aman untuk melindungi pengungsiSuriah.

Pernyataan Gedung Putih yang dirilis setelah percakapan telepon antara Raja Salman dan Presiden Trump mengatakan, kedua pemimpin sepakat tentang pentingnya memperkuat usaha bersama untuk memerangi penyebaran kelompok militan Negara Islam di Irak dan Suriah (ISIS).

Baca: Ide Trump Bagi Rakyat Suriah: Bangun Zona Nyaman. Dia Salahkan Eropa yang Terima Pengungsi

“Presiden menawarkan, dan Raja pun sepakat, untuk mendukung pembentukan zona aman di Suriah dan Yaman,  begitu juga akan akan mendukung ‘ide-ide lain’ untuk membantu pengungsi yang kehilangan tempat tinggal akibat konflik yang terus terjadi,” katanya Gedung Putih.

Mereka juga menyatakan akan mendukung apa yang disebut Gedung Putih "ide-ide lain" guna membantu pengungsi yang terusir dari rumah akibat perang.

Keduanya sepakat tentang "pentingnya secara ketat menegakkan" kesepakatan nuklir dengan Iran, yang dikecam keras Trump sebagai perjanjian yang buruk.

Dalam dua hari ini, Trump telah menghubungi sejumlah pemimpin dunia.

Trump yang baru dilantik pada 20 Januari ini juga berbicara dengan Putra Mahkota Uni Emirat Arab (UEA) Mohammed bin Zayed dan penjabat Presiden Korsel Hwang Kyo Ahn.

Sebelumnya, Sabtu, Trump berbicara dengan PM Jepang Shinzo Abe, Kanselir Jerman Angela Merkel, Presiden Perancis Francois Hollande dan PM Australia Malcolm Turnbull.

Trump juga telah berbicara dengan Presiden Rusia Vladimir Putinmelalui percakapan telepon jarak jauh, seperti yang dilakukannya kepada pemimpin dunia lainnya.

Dalam percakapan itu, Trump dan Putin setuju bekerja sama dalam memerangi kelompok yang menamakan diri Negara Islam di Irak dan Suriah (ISIS).

Keduanya sepakan untunk terus mengupayakan perdamaian diSuriah dan bahkan seluruh dunia, dengan mengedepankan dialog.  (kompas.com)

Editor:
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved