Berondongan Senjata Ditembakkan ke Masjid di Quebec, Kanada. Enam Orang Tewas

Hutington Post melansir, satu tersangka adalah seorang mahasiswa yang kuliah di Universitas Laval yang kampusnya tak jauh dari masjid tersebut.

Berondongan Senjata Ditembakkan ke Masjid di Quebec, Kanada. Enam Orang Tewas
EPA
Polisi sedang memeriksa masjid yang menjadi sasaran teror bersenjata di Quebec, Kanada, Minggu malam. Enam orang tewas saat salat. 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, QUEBEC - Enam orang dilaporkan tewas dan sedikitnya delapan lainnya luka-luka ketika orang bersenjata menembaki sebuah masjid di Kota Quebec, Kanada, Minggu (29/1/2017) malam atau Senin WIB.

Kepolisian setempat menahan dua orang yang diduga melakukan penembakan di Centre Culturel Islamique de Québec.
itu.

Menurut informasi, satu di antara penyerang adalah pria keturunan Perancis-Kanada dan pelaku lainnya keturunan Maroko.

Huffiington Post melansir, satu tersangka adalah seorang mahasiswa yang kuliah di Universitas Laval yang kampusnya tak jauh dari masjid tersebut.

Seorang tersangkan diidentifikasi sebagai Alexandre Bissonnette, dan yang lainnya bernama Mohamed Khadir.

Polisi menolak memberikan rincian tentang identitas mereka serta motif penembakan.

"Prosedur hukum, kita tidak dapat membuat komentar apapun tentang identitas para tersangka," kata juru bicara Royal Canadian Mounted Police Martin Plante dalam konferensi pers, Senin.

Dia menambahkan para tersangka laki-laki, sebelumnya tidak diketahui polisi.

Salah satu tersangka ditangkap di masjid, sekitar pukul 20:00 waktu setempat, dan lainnya menyerahkan diri sekitar satu jam kemudian, kata juru bicara kepolisian Quebec, Inspektur Polisi Denis Turcotte.

Polisi mengatakan, mereka yakin tidak ada tersangka lain yang terlibat dalam serangan malam itu.

"Mengapa ini terjadi di sini? Ini adalah barbar," kata Presiden Masjid Mohamed Yangui kepada media setempat.

Yangui tidak berada di dalam masjid saat penembakan terjadi, namun ia mendapat kabar dari warga yang panik beberapa saat setelah penembakan terjadi.

Seorang saksi mengatakan kepada Radio-Canada bahwa penyerang mengenakan topeng ski dan "memiliki aksen Quebec kuat."

"Mereka mulai menembak, dan saat menembak mereka berteriak, 'Allahu akbar!' Peluru mnenghujam orang yang sedang berdoa," kata saksi. "Sebuah peluru melewati tepat di atas kepala saya. Ada anak-anak bahkan. Bahkan ada anak berusia tiga tahun bersama ayahnya. "

Penembakan itu terjadi hanya beberapa hari setelah Presiden AS Donald Trump mengeluarkan perintah melarang wisatawan dari negara-negara mayoritas Muslim ke Amerika Serikat.

Penulis: Alfian Zainal
Editor: Alfian Zainal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved