APVA Siap Bantu Uruskan Perizinan Perusahaan Money Changer. Gratis!

Amat mengatakan, APVA siap membantu pengurusan perizinan money changer dan tidak perlu mengeluarkan biaya, karena BI tidak memungut biaya.

APVA Siap Bantu Uruskan Perizinan Perusahaan Money Changer. Gratis!
tribunnews batam/istimewa
Amat Tantoso 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BATAM - Meskipun jumlah money changer banyak bertebaran di seluruh Indonesia, tetapi masih banyak perusahaan penukaran valuta asing ini tak berizin alias ilegal.

Menurut Ketua Aaosiasi Pedagang Valuta Asing (APVA) Indonesia Amat Tansoso, saat ini tercatat 612 money changer yang belum memiliki izin.

Sementara, di seluruh Indonesia ada 1.064 money changer yang telah memiliki izin, namun belum semua yang tergabung dalam APVA.

Sesuai dengan peraturan BI, money changer yang legal dilarang bertransaksi dengan money changer yang ilegal.

"Di Kepri sendiri ada 153 money changer, semua sudah memiliki izin," kata Amat Tantoso kepada Tribun, Rabu (1/2/2017).

Amat mengatakan, APVA siap membantu pengurusan perizinan money changer dan tidak perlu mengeluarkan biaya, karena BI tidak memungut biaya.

Menanggapi enam money changer yang diduga terlibat dalam perantara penyaluran dana bisnis narkoba dengan nilai transaksi mencapai Rp 4 trilun, Amat mengakui tak begitu tahu persis kasusnya.

Satu di antara money changer itu berada di Batam, yakni PT Jaya Valasindo.

Amat mengatakan Jaya Valasindo merupakan salah satu anggota APVA Indonesia.

Mengenai kasusnya, Amat tidak mengetahui lebih jauh. Hanya saja money changer yang berada di kawasan Nagoya itu merupakan korban dari transaksi penukaran mata uang asing.

"Setahu saya, dia (pemilik money changer Jaya Valasindo) menggunakan rekening pribadi dalam transaksi ini. Jaya Valasindo menerima transfer dari money changer di Pekanbaru. Saya tidak mengetahui pasti kasusnya, namun APVA siap memberikan bantuan hukum untuk anggota yang tersandung masalah itu," katanya.

Amat mengingatkan kepada anggota APVA lebih waspada dalam menerima transaksi.

Kuncinya, jangan menggunakan rekening pribadi atau milik karyawan dalam bertransaksi, tetapi harus pakai rekening perusahaan.

Selain itu, selalu proaktif melaporkan sesuatu yang mencurigakan pada PPATK.

"Setiap perusahaan money changer itu harus memegang prinsip KYC. Know your costumer," tegas bos Hai Hai Money Changer ini.

Penulis: Zabur Anjasfianto
Editor: Alfian Zainal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved