Money Changer Wajib Gunakan Rekening Perusahaan untuk Hindari Transaksi Ilegal

Setiap perusahaan money changer harus Know Your Costumer (KYC), dan jika ada transaksi yang mencurigakan segera laporkan pada PPATK.

Money Changer Wajib Gunakan Rekening Perusahaan untuk Hindari Transaksi Ilegal
dok APVA
Pengurus Asosiasi Pedagang Valuta Asing berkunjung ke Kantor PPATK beberapa waktu lalu. 

Laporan Tribun Batam, Zabur Anjasfianto

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BATAM - Money changer rentan dimanfatkan untuk kegiatan ilegal, bahkan bisa terjebak dalam tindak kriminal, seperti praktik pencucian uang atau pidana keuangan lainnya.

Karena itu, syarat terpenting pedagang valuta asing adalah larangan menggunakan rekening pribadi ataupun karyawannya.

Demikian disampaikan Ketua Umum Asosiasi Pedagang Valuta Asing (APVA) Indonesia, Amat Tantoso yang ditemui di Alamak Kopi Tiam, Vanila Hotel, Rabu (1/2/2017).

Amat mengatakan, setiap pengusaha money changer harus proaktif melaporkan sesuatu yang mencurigakan kepada Pusat Pelaporan Transaksi Keuangan (PPATK).

Setiap perusahaan money changer harus Know Your Costumer (KYC), dan jika ada transaksi yang mencurigakan segera laporkan pada PPATK.

"Kenali costumer yang akan bertransaksi. Kita antisipasi saat ini, money changer ilegal yang ada di Jakarta, Bali, Aceh, Kalimantan, banyak melakukan usaha jual beli valas, tapi tidak memiliki izin," katanya.

APVA Indonesia sudah berkoordinasi dengan PPATK di Jakarta.

Ketua PPATK siap membantu asisosiasi dalam sosialisasi money changer belum berizin.

"Bulan lalu APVA, PPATK dan Bank Indonesia melakukan sosilisasi di Bandung, Jawa Barat. Hasilnya, ada sembilan money changer dalam satu hari langsung mengurus perizinan. Selanjutanya, sosilisasi akan dilakukan di daerah Nunukan dan Tarakan dalam waktu dekat ini," katanya.

Menurutnya, saat ini ada 612 money changer yang belum memiliki izin.

Sesuai dengan peraturan BI, money changer yang berizin dilarang bertransaksi dengan money changer yang ilegal.

Sementara, di seluruh Indonesia ada 1.064 money changer yang telah memiliki izin, namun belum semua yang tergabung dalam APVA.

"Di Kepri sendiri ada 153 money changer, semua sudah memiliki izin. Kami imbau kepada money changer dalam bertransaksi menggunakan rekening perusahaan, jangan pribadi," katanya.

Penulis: Zabur Anjasfianto
Editor: Alfian Zainal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved