Bandara Letung Sepi Penerbangan, Tak Ada Maskapai Berminat Sejak SusiAir Habis Kontrak

Bandara Letung di Anambas sepi peminat, tak ada maskapai penerbangan masuk sejak SusiAir habis kontrak

Bandara Letung Sepi Penerbangan, Tak Ada Maskapai Berminat Sejak SusiAir Habis Kontrak
KOMPAS.com/ Ahmad Winarno
Susi Air 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, ANAMBAS- Bandara Letung di Pulau Jemaja masih sepi peminat. Sejumlah maskapai komersil diketahui belum memasukan penawaran untuk membuka rute operasional dari dan menuju bandara yang berlokasi di Desa Bukit Padi Kecamatan Jemaja Timur ini.

Ariadi Wirawan Kasatpel Bandara Letung mengatakan, pihaknya sudah membuka ruang bagi maskapai komersil untuk melakukan penerbangan dari dan menuju Letung. Sayangnya, hingga saat ini belum ada penawaran yang masuk. "Kami sudah buka akses bagi maskapai yang berminat untuk masuk," ujarnya Jumat (3/2/2017).

Pihaknya menambahkan, penerbangan Susi Air yang sebelumnya sempat beroperasi terpaksa harus berhenti pada bulan Januari 2017 kemarin, dikarenakan masa kontrak dengan pemerintah pusat yang telah berakhir serta perlu dilakukan proses lelang kembali. Pihaknya pun belum bisa memastikan mengenai penerbangan perintis paska Susi Air ini.

"Saat ini masih dalam proses lelang di Kementrian Perhubungan. Ini bukan hanya untuk Anambas saja, melain untuk seluruh penerbanan di Indonesia. Bila nantinya Susi Air memenangkan tender kembali, tentunya maskapai tersebut akan masuk dan melayani penerbangan dari dan menuju Anambas kembali," ungkapnya.

Tidak beroperasinya Susi Air di Bandara Letung dikeluhkan oleh masyarakat di Pulau Jemaja. Amir, satu diantara masyarakat Jemaja awalnya sangat antusias dengan beroperasinya maskapai bersubsidi menuju Tanjungpinang yang beroperasi setiap hari Jum'at dengan kapasitas 15 seat setiap minggunya itu.

"Buktinya tiket selalu terjual habis. Kapan lagi masyarakat bisa menikmati penerbangan dengan harga tiket sekitar Rp 300 ribu-an. Harapan masyarakat pun bertambah dengan hadirnya bandara dan penerbangan. Paling tidak berdampak pada perekonomian masyarakat. Kalau jadi sepi seperti ini, sayang saja rasanya," ungkapnya.(*)

Penulis: Septyan Mulia Rohman
Editor:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved