Tersangka Akui Lakukan Kekerasan Saat Diksar Mapala Unisi di Gunung Lawu

Polisi masih menunggu hasil kajian keterangan 16 saksi dari panitia acara serta dua saksi yang masih dirawat di Rumah Sakit

Tersangka Akui Lakukan Kekerasan Saat Diksar Mapala Unisi di Gunung Lawu
istimewa
Dua tersangka kasus kekerasan Mapala Unisi saat digiring ke Mapores Karanganyar, Senin (30/1/2017) 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, SOLO - Dua tersangka kasus penganiayaan terhadap peserta Pendidikan Dasar Mahasiswa Pencinta Alam Universitas Islam Indonesia mengaku melakukan kekerasan terhadap korban.

Kepala Polres Karanganyar AKBP Ade Safri Simanjuntak mengatakan, dua tersangka bernama M Wahyudi alias Yudi (27) dan Angga Septiawan alias Waluyo (27) telah mengakui perbuatannya.

"Saya mengapresiasi para pelaku karena secara jantan mereka mengakui tindakan kekerasan yang mereka lakukan.

Untuk pendampingan, kami juga sudah memberikan kuasa hukum kepada mereka," ujar Ade seperti dikutip Tribun Jateng, Jumat (3/2/2017).

Polisi masih menunggu hasil kajian keterangan 16 saksi dari panitia acara serta dua saksi yang masih dirawat di Rumah Sakit Bethesda maupun Sardjito, Yogyakarta.

"Kami akan mengkaji terkait peran mereka masing-masing di kepanitiaan, bagaimana SOP (standar operasional prosedur) pelaksanaan diksar sehingga diketahui apakah kekerasan itu murni dilakukan oknum atau dilakukan secara sistematis. Jika sistematis, otomatis ada tersangka lain," kata Dia.

Ia menyebutkan, para tersangka bisa dijerat pasal penganiayaan atau pasal pembiaran.

Saat ini para peserta Diksar Mapala UII sudah mendapat jaminan dari Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban sehingga mereka akan segera diperiksa polisi karena identitas mereka sudah terjamin.

"Hal ini kami lakukan supaya hasil penyidikan lengkap dan segera dilimpahkan ke Kejaksaan," jelas Ade.

Acara The Great Camping ke-37 Mapala UII di lereng Gunung Lawu, Karanganyar, Jawa Tengah, digelar pada 13-20 Januari 2017.

Setelah kejadian itu, tiga mahasiswa pesertanya meninggal dunia.

Ketiganya yakni Muhammad Fadli yang wafat saat perjalanan ke puskesmas dan dua orang, yakni Syaits Asyam dan Ilham Nurfadmi Listia, yang meninggal di Rumah Sakit Bethesda Yogyakarta.(*)

Editor: nandrson
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved