Buruh Minta Pemerintah Awasi Tenaga Kerja Asing
Aksi unjuk rasa yang dilakukan buruh SFPMI dijaga ketat tim gabungan Kepolisian Polresta Barelang dan Satpol PP
BATAM. TRIBUNNEWS.COM, BATAM - Aksi unjuk rasa yang dilakukan buruh SFPMI di depan kantor walikota Batam dijaga ketat oleh tim gabungan dari pihak kepolisian Polresta Barelang dan Satuan polisi Pamong praja.
Selain berorasi, sejauh ini para pengunjukrasa masih berusaha untuk bertemu Walikota Batam Rudi SE.
Baca: Ratusan Buruh Gelar Demo di Kantor Walikota. Ini Tuntutan Mereka
Aksi buruh yang dilakukan ini merupakan rangkaian aksi unjukrasa yang dilakukan secara serempak di seluruh Indonesia.
Suprapto, Ketua FSPMI mengatakan, terkait pekerja asing di Kota Batam sudah terlalu banyak.
Seperti di kawasan Tanjungkasam. Artinya dalam hal ini, pemerintah tidak mampu mengatasi permasalahan tenaga kerja asing.
Dan pemerintah juga tidak percaya kepada Tenaga kerja yang ada di Batam.
"Kami meminta kepada pemerintah untuk mengawasi tenaga kerja asing. Karena di Tanjungkasam hampir 80 persen mereka itu pekerja asing. Berarti pemerintah tidak mampu mengatasi permasalahan ini," sebutnya.
Adanya tenaga kerja Asing di kota Batam tentunya sangat menakutkan dan menjadi momok yang besar bagi masyarat Batam.
Pasalnya, semakin banyak pekerja asing yang datang semakin kecil kesempatan mereka untuk bekerja. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/demo-buruh_20170206_120946.jpg)