KPK Tangkap Hakim MK

Siang Ini Majelis Kehormatan MK Putuskan Nasib Patrilis Akbar, 8 Orang Diminta Kesaksian

Siang ini, Majelis Kehormatan MK memutuskan nasib Patrialis Akbar, hakim MK yang ditangkap KPK diduga terlibat suap uji materi di MK

Siang Ini Majelis Kehormatan MK Putuskan Nasib Patrilis Akbar, 8 Orang Diminta Kesaksian
Tribunnews/Herudin
Patrialis Akbar 

BATAM. TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA-Majelis Kehormatan Mahkamah Konstitusi (MKMK) akan membacakan hasil penelusuran dugaan pelanggaran etik berat yang dilakukan hakim Konstitusi Patrialis Akbar, Senin (6/2/2017).

Juru Bicara MK Fajar Laksono mengatakan, konferensi pers akan digelar di Gedung MK, Jalan Medan Merdeka Barat 6, Jakarta Pusat, pukul 14.00 WIB.

"Poin-poin yang akan dibacakan nanti diantaranya MKMK memutuskan ada tidaknya, terbukti tidaknya, dugaan pelanggaraan kode etik yang dilakukan Hakim Konstitusi Patrialis Akbar," kata Fajar, melalui pesan singkat, Senin.

Sebelumnya, MKMK telah memeriksa delapan orang saksi atas kasus ini.

Adapun kedelapan orang tersebut, yakni:
1. Erry Satria Pamungkas, selaku Panitera Pengganti pada perkara 129/PUU/XII/2015;
2. Suryo Gilang Romadhon, selaku Sekretaris Yustisial dari Patrialis;
3. AKP Eko Basuki, ajudan Patrialis;
4. Hakim konstitusi I Dewa Gede Palguna, selaku hakim panel perkara 129/PUU/XII/2015;
5. Hakim Konstitusi Manahan MP Sitompul, selaku hakim panel perkara 129/PUU/XII/2015;
6. Panitera MK Kasianir Sidauruk;
7. Prana Patrayoga, selaku Sekretaris Patrialis;
8. Penerima draf uji materi, Kamaluddin.

Pemeriksaan dilakukan di Gedung KPK.

Selain itu, MKMK juga meminta keterangan Ketua Dewan Etik Abdul Mukhtie Fajar.

Patrialis ditangkap dalam operasi tangkap tangan pada Rabu (25/1/2017).

Dia ditetapkan sebagai tersangka setelah diduga menerima suap sebesar sebesar 20.000 dollar Amerika Serikat dan 200.000 dollar Singapura, atau senilai Rp 2,15 miliar.

Pemberian dari pengusaha impor daging Basuki Hariman tersebut diduga agar Patrialis membantu mengabulkan gugatan uji materi yang sedang diproses di Mahkamah Konstitusi.

Sebelum dilakukan penangkapan, Patrialis diduga menyerahkan draf putusan uji materi kepada Kamaludin, orang dekatnya yang diduga sebagai perantara suap. (*)

Editor:
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved