Walah! Ketakutan Polisi, Pengedar Sabu Kencing di Celana Saat Ditangkap

Ketakutan polisi, pria ini kencing di celana saat ditangkap polisi akibat jual narkoba. Ini kejadiannya

Walah! Ketakutan Polisi, Pengedar Sabu Kencing di Celana Saat Ditangkap
KOMPAS.com/ EDI JUNAEDI
Ilustrasi 

BATAM. TRIBUNNEWS.COM, DENPASAR-Andri (32) ketakutan ketika tahu bahwa pembeli yang bertransaksi dengannya ternyata adalah polisi. Saking takutnya, dia sampai kencing di celana saat ditangkap.

Petugas Satres Narkoba Polresta Denpasar, Bali, telah lama mengintai keberadaan Andri. Dengan bantuan informan, Satres Narkoba yang dipimpin Kompol Gede Ganefo, memancing Andri di Jalan Sunset Road, Seminyak, Kuta, Rabu (1/2/2017).

Polisi memancing Andri keluar lewat menyamar sebagai pembeli sehingga bisa bertransaksi sabu dengan dia. Setelah tiba di tempat perjanjian, dia langsung diamankan petugas. Dari tangannya, petugas mendapati satu paket sabu siap edar.

"Saat diamankan, tersangka sangat ketakutan dan sempat kencing di celana. Dia mengakui kalau di tempat tinggalnya Jalan Tukad Badung masih ada dua paket sabu. Selanjutnya anggota mengarah ke sana," ungkap Kapolresta Denpasar Kombes Hadi Purnomo, Minggu (5/2/2017).

Di tempat tinggal Andri, petugas menemukan dua paket sabu yang disimpan di depan televisi di dalam kamarnya.

Kepada penyidik, Andri menerangkan dirinya mendapat sabu dari seseorang berinisial AL seharga Rp 1,4 juta per satu gram.

Setelah mentransfer uang pembelian, Andri mengambil sabu di Jalan Gunung Soputan. Sabu yang didapatkannya itu lantas dipecah menjadi tiga paket dan dijual kembali Rp 1 juta per paket.

"Tersangka mengaku sudah dua kali membeli sabu dari AL. Dia mengatakan menggunakan sabu sejak 2013 dan terakhir menggunakan sabu sehari sebelum ditangkap," kata perwira asal Surabaya, Jawa Timur, ini.

Di tempat terpisah, tersangka penyalahgunaan narkoba lainnya Made Ngurah Suliantono (37), diamankan.

Pria yang bekerja sebagai pegawai SPBU di Denpasar, ini ditangkap di Jalan Kargo Permai, Denpasar, beserta barang bukti satu paket sabu.

Saat diamankan, Suliantono berusaha membuang paketan sabu yang dia letakkan dari saku kanan depan. Namun, paket sabu terjatuh.

"Saat diamankan tersangka memohon-mohon diampuni dengan alasan anaknya masih kecil dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya," katanya.

Dari hasil pemeriksaan, Suliantono dapat sabu dari seseorang berinisial KD yang mengaku di Lapas Madiun, Jawa Timur.

Dia sudah membeli sabu tiga kali. Petugas juga mengamankan tiga tersangka lainnya Gede Budarsana (42) JA (37) dan GBY (31). (*)

Editor:
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved