Simpan Jasad Enam Bayi dalam Loker, Ini Hukuman bagi sang Ibu

Seluruh sisa jasad bayi tersebut adalah bayi-bayi yang dilahirkan oleh perempuan berusia 42 tahun tersebut

Simpan Jasad Enam Bayi dalam Loker, Ini Hukuman bagi sang Ibu
Kompas.com/VIA CBC
Andrea Giesbrecht 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, MONTREAL - Andrea Giesbrecht divonis bersalah, karena terbukti dengan sengaja menyimpan jasad enam bayi di dalam lemari penyimpan.

Seluruh sisa jasad bayi tersebut adalah bayi-bayi yang dilahirkan oleh perempuan berusia 42 tahun tersebut.

Wanita asal Winnipeg, Kanada itu menolak untuk melakukan uji DNA. Namun dengan perintah otoritas penegak hukum, polisi bisa melakukan tes tersebut.

Tes DNA dilakukan dengan menggunakan sisa popok yang ditemukan di kediaman pelaku.

Seperti diberitakan AFP, hasil pengujian tersebut membuktikan bahwa seluruh bayi yang ada di lemari penyimpanan itu adalah anak kandung pelaku.

"Seluruh anak itu sepertinya dilahirkan dalam keadaan hidup," kata Hakim Murray Thompson dalam persidangan, Selasa WIB (7/2/2017).

"Juga tidak ada bukti bahwa ada komplikasi dalam seluruh kehamilan," sambung Thompson.

Hakim kemudian menyatakan Andrea Giesbrecht bersalah atas enam dakwaan menyembunyikan jasad bayi.

Masing-masing dakwaan diganjar dengan hukuman hingga dua tahun penjara.

Giesbrecht tidak didakwa dengan pasal pembunuhan. Sebab, tulang dalam sisa jasad bayi tersebut berada dalam kondisi yang buruk.

Halaman
12
Editor: Tri Indaryani
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved