TKA Asal India Kerja di Batam Bermodal Visa on Arrival

Ada yang menarik dari cara kedua TKA asal India tersebut memasuki wilayah Indonesia dan bisa bekerja di sebuah proyek penyulingan air

TKA Asal India Kerja di Batam Bermodal Visa on Arrival
TRIBUNBATAM/ZABUR? ANJASFIANTO
Kepala Kantor Imigrasi Kelas II Belakang Padang, Muhammad Fahrurozi memberikan keterangan diamankan dua TKA asal India yang diamankan, Jumat (10/1/2017). 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BATAM - Kantor Imigrasi kelas II Belakang Padang mengamankan dua tenaga kerja asing (TKA) asal India di Pulau Sekanak, Kelurahan Sekanak Raya, Kecematan Belakang Padang, Kamis (9/2/2017).

Ada yang menarik dari cara kedua TKA asal India tersebut memasuki wilayah Indonesia dan bisa bekerja di sebuah proyek penyulingan air atau sea water reverse osmosis (SWRO) di Pulau Sekanak atau tidak jauh dari Kantor Kecamatan Belakang Padang.

Baca: BREAKINGNEWS: Dua TKA Asal India Diamankan Saat Kerjakan Proyek Air

TKA berinisial SPR misalnya. Menurut Kepala Imigrasi kelas II Belakang Padang, Muhammad Fahrurozi dia menggunakan visa on arrival (VOA) dengan paspor nomor P4149416 yang diterbitkan di Thane, India.

Dia kemudian masuk ke wilayah Indonesia pada 5 Februari 2017 melalui tempat pemeriksaan Imigrasi (TPI) Soekarno Hatta.

Sementara dari pengakuan SPR bahwa VITAS (visa izin tinggal terbatas) sedang dalam pengurusan.

"Setelah kami melaksanakan koordinasi dengan Direktorat Jendral Imgrasi, visa yang diajukan adalah visa kunjungan pembicaraan bisnis (VKPB) dengan penjamin PT Bali Biro Jasa yang diajukan ke Kantor Perwakilan RI Mumbai, India. Unsur pasal yang dilanggar, pasal 122 huruf a UU No.6 tahun 2011 tentang Imigrasi," ujarnya.

Seterusnya, inisial RR menggunakan KITAS (kartu izin tinggal sementara) bekerja yang dikeluarkan Kantor Imigrasi kelas I Khusus Jakarta Barat dengan penjamin PT Rapi Tirta Treatmindo.

Dengan jabatan marketing advisor dan tidak sesuai dengan wilayah kerja yang bersangkutan.

Keberadaan dua TKA asal India tersebut menjadi tanggung jawab PT Rapi Tirta Treatmindo selaku pihak penjamin yang mendatangkan kedua TKA bersangkutan.

"Unsur pasal yang dilanggar, pasal 122 huruf b UU No.6 tahun 2011 tentang Keimigrasian. Maka untuk kepada kedua TKA tersebut, dapat dikenakan tindakan administratif Keimigrasian berupa deportasi atau pro justita," katanya. (*)

Penulis: Zabur Anjasfianto
Editor: Tri Indaryani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved