Harga Jual Granit Terlalu Rendah, Kepala Dinas ESDM Kepri Akan Lakukan Ini

Dalam suatu kegiatan Koordinasi dan Supervisi (Korsup) dengan KPK dan BPKP, tergambar bahwa harga jual ke luar negeri terlalu rendah.

Harga Jual Granit Terlalu Rendah, Kepala Dinas ESDM Kepri Akan Lakukan Ini
Amjon, Kepala Dinas ESDM Kepri 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BATAM - Kepala Dinas ESDM Provinsi Kepri akan memberikan rekomendasi kenaikan harga granit kepada Gubernur kepri Nurdin Basirun.

Harga saat ini, terutama ekspor, dinilai terlalu rendah dan di bawah harga pasar.

Apalagi saran kenaikkan harga itu muncul dari BPKP.

"In ikan produk kita, harus kita yang menentukan harganya. Jangan mau dipatok pihak luar negeri," kata Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral, Amjon, di Graha Kepri, Batam, Rabu (15/2).

Menurut Amjon, sesuai dengan UU nomor 23 tahun 2014, harga patokan granit sudah menjadi wewenang Pemerintah Provinsi.

Dalam suatu kegiatan Koordinasi dan Supervisi (Korsup) dengan KPK dan BPKP, tergambar bahwa harga jual ke luar negeri terlalu rendah.

"Jadi BPKP menyarankan agar patokan harga untuk granit dinaikkan," kata Amjon yang didampingi mantan Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Kabupaten Karimun Alwi.

Harga patokan sekarang, menurut Amjon masih terlalu rendah, hanya 8-10 dolar Singapura per ton.

Dengan pertimbangan nilai jual dan nilai pajak, kata Amjon, pihaknya mengusulkan kenaikan harga hingga 15-20 dolar Singapura per ton.

Menurut Amjon, naiknya harga granit ini akan berdampak pada meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD).

Kenaikan harga granit ini pernah dilakukan saat Nurdin Basirun masih menjabat sebagai Bupati Karimun.

"Kenaikkan memberi dampak PAD untuk Karimun," kata Amjon.

Saat ini Karimun menjadi penghasil granit terbesar untuk Provinsi Kepri.

Selain digunakan untuk daerah dan berbagai provinsi, granit Karimun yang kualitasnya bagus pun diekspor keluar negeri.

Penulis: Richard Nainggolan
Editor: Alfian Zainal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved