Kejati Kepri Sebut Berkas Kasus Xiaomi Bodong Lengkap, Penyerahan Tersangka Edy di Kejari Batam

Kejati Kepri menyebut berkas penyidikan kasus Xiaomi bodong dengan tersangka Edy cukup lengkap. Dalam waktu dekat tersangka diserahkan ke Kejari Batam

Kejati Kepri Sebut Berkas Kasus Xiaomi Bodong Lengkap, Penyerahan Tersangka Edy di Kejari Batam
tribunbatam/elhadif putra
Ilustrasi. Kepala Bea Cukai Kanwil Khusus Kepri menunjukkan ponsel barang bukti selundupan 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, TANJUNGPINANG- Kasus Xiaomi illegal yang diamankan Direskrimsus Polda Kepri sampai sejauh ini berkas masih dalam penelitian Kejati Kepri. Namun menurut Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Kepri Zulbahri berkas penyidikan yang dilakukan oleh Polda Kepri dianggap sudah lengkap.

"Belum P21. Masih kita teliti. Tapi secara umum berkas yang kita butuhkan dari Penyidik itu sudah lengkap," kata Zulbahri dikonfirmasi Tribun, Rabu (15/2/2017).

Semua berkas penyidikan yang diterima oleh Kejati sampai sejauh ini sudah cukup. Maka dalam waktu dekat pihaknya ‎akan segera mengesahkan berkaas menjadi P21 atau berkas lengkap. "Tunggu nanti kita P21-kan. Sudah lengkap semua berkas," ungkapnya.

Sementara itu, Kasi Tindak Pidana Umum Lainya ‎(TPUL) Pidana umum Kejati Kepri Dodi Thamrin menuturkan kemungkinan penyerahan tersangka Edy akan diserahkan ke Kejaksaan Negeri Batam. Namun pihaknya juga masih berkordinasi apakah tersangka akan dilakukan penahanan atau ditangguhkan.

"Di Batam (Kejari) Mungkin penyerahan tersangka. Nanti saya kabari lagi," kata Dodi.

Sebelumnya, Polda Kepri menggrebek dua gudang Xiaomi illegal. Penggrebegaan pertama di komplek Nagoya hill. Polda menetapkan tersangka Edy dengan barang bukti‎ sebanyak 136 unit ponsel pada 6 oktober 2016 selaku Direktur KS Store.

Sementara satu kasus lainya Polda m‎enetapkan tersangka Henri pemilik gudang HP dengan total barang bukti 398 unit pada 3 Desember‎. Namun hingga kini Polda Kepri belum menyerahkan Surat Pemeritahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP).

"Belum kita terima. Baru satu saja berkas yang masuk yang kita tangani atas nama tersangka Edy. Mungkin bisa ditanyakan ke Polda Kepri," tutup Aspidum. (*) 

Penulis:
Editor:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved