Adik Iparnya Terjerat Kasus Suap, Jokowi Tegaskan, Tak Boleh Ada yang Catut Namanya

Presiden Jokowi menyatakan bahwa sikapnya tegas, seperti sebelumnya bahwa tidak boleh ada yang mencatut namanya untuk kepentingan tertentu

Adik Iparnya Terjerat Kasus Suap, Jokowi Tegaskan, Tak Boleh Ada yang Catut Namanya
Biro Pers Setpres
Presiden Joko Widodo di sela-sela kunjungan kerjanya menyempatkan diri berbelanja di Plaza Pekalongan, Minggu (7/1/2017) 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Presiden Joko Widodo menanggapi kasus dugaan suap kepada pejabat Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan yang melibatkan adik iparnya, Arif Budi Sulistyo.

Jokowi menegaskan dirinya tidak ingin mencampuri urusan penegakan hukum yang sedang ditangani oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) itu.

"Ya diproses hukum saja," ujar Presiden Jokowi di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (16/2/2017).
Presiden Jokowi mengatakan bahwa pihaknya menghormati setiap proses hukum yang dilakukan KPK terhadap adik iparnya.

"Kita semua menghormati proses hukum yang ada di KPK dan saya yakin KPK bekerja profesional dalam proses semua kasus," ucap Jokowi.

Peristiwa tersebut mengingatkan akan pernyataan Presiden Jokowi terkait catut mencatut meski belum diketahui apakah Arif menyalahgunakan nama Presiden atau tidak.

Presiden Jokowi menyatakan bahwa sikapnya tetap tegas, seperti yang dinyatakan sebelumnya bahwa tidak boleh ada yang mencatut namanya untuk kepentingan tertentu.

"Saya tidak hanya mengeluarkan surat tapi sebelumnya mungkin lebih dari 5 kali. Sidang kabinet, pertemuan dengan dirut-dirut BUMN semua saya sampaikan. Saya kira penjelasan yang sangat jelas," ucap Presiden.

Kasus Suap

Diberitakan sebelumnya, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tengah bekerja untuk membuktikan peran Direktur Operasional PT Rakabu Sejahtera Arif Budi Sulistyo dalam perkara dugaan suap kepada pejabat Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan.

Nama Arif muncul dalam surat dakwaan Ramapanicker Rajamohan Nair, Direktur PT EK Prima Ekspor Indonesia.

Halaman
12
Editor: Alfian Zainal
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved