Polisi Tak Temukan Tanda-tanda Kekerasan di Tubuh Umi Kalsum yang Tewas Tergantung

Meski tergantung dengan jarak yang sedikit dari atas tanah, ia menyebutkan bahwa posisi korban memang tertahan oleh kain sarung yang melilit lehernya.

Polisi Tak Temukan Tanda-tanda Kekerasan di Tubuh Umi Kalsum yang Tewas Tergantung
TRIBUNBATAM/ANNE MARIA
Seorang perempuan ditemukan gantung diri di Baloi Kolam, Sabtu (18/2/2017) 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BATAM- Kanit Reskrim Polsek Batam Kota, Iptu Ikhtiar Nazara mengatakan, dari pemeriksaan awal tim identifikasi, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh mayat gantung diri, Umi Kalsum.

"Dari hasil pemeriksaan nggak ada tanda-tanda kekerasan. Tapi kita juga tidak serta-merta menerima begitu saja. Pasti kita akan cari tahu penyebab kematian yang sebenarnya, apakah murni gantung diri atau ada penyebab lain," ujar Ikhtiar Nazara.

Disinggung kemungkinan bunuh diri, Ikhtiar tidak berkomentar banyak.

"Kalau itu (mayat mengeluarkan kotoran), nanti yang menentukan hasil visumnya dari RS Bhayangkara. Tadi sudah dibawa ke sana dan kita mintakan visum. Sudah langsung kita ajukan, tapi belum keluar. Posisi dia kita temukan memang menggantung, di atas tanah," tuturnya.

Meski tergantung dengan jarak yang sedikit dari atas tanah, ia menyebutkan bahwa posisi korban memang tertahan oleh kain sarung yang melilit lehernya.

Selain menemukan identitasnya, di dekat pohon tersebut kepolisian menemukan sebuah tas ransel berwarna coklat.

Namun dari dalam ransel itu tidak ditemukan barang-barang berharga.

"Nggak ada barang berharga ataupun identitas lain. Cuma pakaian-pakaian saja, celana dalam," ucap dia.

Ia pun mengatakan belum ada pihak keluarga yang melapor dan merasa kehilangan keluarganya atas identitas tersebut.

Saat ini kepolisian pun masih berkoordinasi dengan jajaran Polres Deli Serdang di Tanjung Morawa, tempat asal Umi Kalsum.

"Keluarganya belum ada yang datang. Kita sudah cari informasi juga ke kampungnya di Tanjung Morawa. Belum ditemukan keluarganya. Kami masih berkoordinasi dengan rekan-rekan di sana," ucap dia.

Berdasarkan pantauan Tribun Batam di RS Bhayangkara belum terlihat ada keluarga korban datang untuk melihat jenazah korban.

Namun, menurut informasi, ada empat orang mengaku keluarga datang ke kamar mayat, namun diarahkan untuk melapor dulu ke Polsek.

"Tadi ada yang datang memang empat orang, kami nggak tahu siapa. Ngakunya sepupu, kami arahkan lapor dulu ke Polsek," ucap satu petugas jaga instalasi forensik RS Bhayangkara.

Penulis: Anne Maria
Editor: Alfian Zainal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved