Dalam 30 Hari Terakhir, Polres Karimun Ungkap 7 Kasus Narkoba, dengan 14 Tersangka

Ini terlihat dari pengungkapan kasus narkoba oleh Polres Karimun dalam jangka waktu satu setengah bulan terakhir

Dalam 30 Hari Terakhir, Polres Karimun Ungkap 7 Kasus Narkoba, dengan 14 Tersangka
TRIBUNBATAM/ELHADIF PUTRA
Kapolres Karimun, AKBP Armaini didampingi Kasat Reserse Narkoba, AKP Sandityo Mahardika mengekspos pengungkapan kasus narkoba, Senin (20/2/2017) 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, KARIMUN - Peredaran narkoba masih marak di Karimun. Ini terlihat dari pengungkapan kasus narkoba oleh Polres Karimun dalam jangka waktu satu setengah bulan terakhir.

Terhitung sejak Kamis (26/1/2017), Satuan Reserse Narkoba Polres Karimun telah mengungkap tujuh kasus dengan 14 tersangka, masing-masing Dy, Sy, Dk, Ft, Mt, Rh, M, Sn, Mz, Ar, S, Z, Fi dan Ha.

"Kita menungkap tujuh kasus dengan 14 tersangka dalam satu setengah bulan terakhir. Satu di antaranya adalah wanita," kata Kapolres Karimun, AKBP Armaini saat ekspos perkara, Senin (20/2/2017).

Armaini mengatakan, pengungkapan kasus narkoba ini berawal dari laporan masyarakat, pada Kamis (5/1) sekira pukul 21.30 WIB, anggotanya menangkap dua tersangka berinisial Dy dan Sy di hotel Centuri Karimun.

Setelah digeledah, polisi menemukan tujuh paket sabu dengan berat kotor 3,37 gram, satu paket kecil sabu dengan berat kotor 0,23 gram, satu alat penghisap sabu (bong) dan beberapa barang bukti terkait lainnya.

Selanjutnya pada Kamis (26/1/2017) malam sekira pukul 20.00 WIB anggotanya menangkap seorang pria berinisial Dk di kawasan Changai Putri, Kecamatan Tebing.

Saat ditangkap polisi menemukan satu paket sabu yang disimpan dalam kotak rokok dan dua paket sabu lain di kediamannya.

Setelah diinterogasi, Dk mengaku memperoleh barang haram itu dari seorang anggota polisi berinisial Mt.

Setelah mentelusuri, polisi kemudian menangkap Mt beserta Ft dan seorang wanita, Rh.

Dari keempat orang ini polisi menemukan 11 paket kecil sabu serta beberapa bong. Mereka dikenakan pasal 114 ayat (1) atau pasal 112 ayat (1) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman kurungan penjara paling singkat empat tahun dan paling lama 20 tahun.

Sementara Mt juga terancam mendapat sanksi Pemberhentian Dengan Tidak Hormat (PTDH).

"Anggota akan dikenakan sanksi tegas. Keputusan menunggu sidang kode etik dari Polda.

Anggota ini juga akan menjalani proses persidangan," ujar orang nomor satu di Kepolisian Karimun itu.(*)

* Baca berita terkait di Harian TRIBUN BATAM edisi Selasa, 21 Februari 2017

Penulis: Elhadif Putra
Editor: nandrson
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved